Menteri Arifin : Realisasi Energi Terbarukan Masih Rendah, Perlu Inovasi

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui realisasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 8% dari potensi total sebesar 400 gigawatt (GW) sehingga perlu ada inovasi baru. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 November 2019  |  11:24 WIB
Menteri Arifin : Realisasi Energi Terbarukan Masih Rendah, Perlu Inovasi
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kiri) mendatangi sejumlah booth pameran Indo EBTKE ConEx 2019 di Jakarta Internasional Expo, Rabu (6/11/2019). - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui realisasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 8% dari potensi total sebesar 400 gigawatt (GW) sehingga perlu ada inovasi baru. 

Menurutnya, pengembangan EBT seharusnya bisa menciptakan bisnis baru di Indonesia. Indonesia perlu membuat suatu perencanaan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber enrgi bersih tersebut semaksimal mungkin.

Meskipun begitu, dia juga mengakui masyarakat akan dihadapkan pada masa transisi.

"Saya membuka seluas-luasnya bagaimana mendorong ide-ide terbaik yang bisa mendorong pertumbuhan EBT," katanya, saat membuka acara Indonesia EBTKE ConEx 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019). 

Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan telah terjadi peningkatan bauran EBT di Indonesia meskipun besarannya tidak signifikan. Adapun pada 2018, bauran EBT dalam kebutuhan energy mix nasional mencapai 8,6%. Jumlah tersebut meningkat menjadi 9% lebih pada 2019. 

Sementara itu, pemerintah masih punya tugas besar untuk mencapai bauran EBT 23% pada 2025 dan 30% pada 2030. 

"Target tersebut sampai saat ini memang masih jauh dari harapan dan penuh dengan tantangan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan, arifin tasrif

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top