Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Percepat Interkoneksi Kalimantan, Kalbar - Kalteng Tersambung 2021

PT PLN (Persero) memajukan target realisasi interkoneksi sistem Kalbar-Kalteng dengan panjang 300 kilometer sirkuit dari 2023 menjadi 2021. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 November 2019  |  08:41 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di Gardu Induk PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali, di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). - Antara/Indrianto Eko Suwarso
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di Gardu Induk PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali, di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). - Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) memajukan target realisasi interkoneksi sistem Kalbar-Kalteng dengan panjang 300 kilometer sirkuit dari 2023 menjadi 2021. 

Sistem tenaga listrik di Kalimantan Barat terdiri atas satu sistem interkoneksi 150 kV (sistem Khatulistiwa) dan beberapa sistem terisolasi yang ke depan akan saling tersambung. 

Interkoneksi sistem Khatulistiwa dengan sistem kelistrikan Kalimantan akan dilakukan melalui jalur Tayan-Sandai-Sukadana-Ketapang-Kendawangan-Sukamara. Pada 2021, sistem di Kalimantan Barat akan terhubung dengan sistem Kalimantan Tengah sehingga terbentuk sistem interkoneksi Kalimantan. 

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Barat Rachmad Lubis mengatakan percepatan interkoneksi ini perlu dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan. Saat ini, survei sistem interkoneksi Kalbar-Kalteng telah selesai dilakukan. 

PLN akan menuju tahapan berikutnya, yaitu mengurus penetapan lokasi pembebasan lahan dan kontrak konstruksi. Pembangunan kemungkinan baru mulai bisa dilakukan pada triwulan III/2020. Dengan fase konstruksi normal selama 18 bulan, konstruksi interkoneksi tersebut akan rampung pada semester I/2021. 

“Interkoneksi kan sejatinya bisa lebih andal. Diupayakan lebih cepat karena ada perubahan pada RUPTL [Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik] 2019-2028,” katanya kepada Bisnis, Senin (4/11/2019). 

Berdasarkan RUPTL 2019-2028, sebagian besar pasokan listrik di Kalimantan Barat masih bersumber dari pembangkit berbahan bakar minyak. Kecukupan dan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat pun masih rendah karena umur beberapa mesin diesel sudah tua dan cadangan pembangkitan tidak memadai. 

Pada akhir 2015, interkoneksi antara Kalimantan Barat dengan Serawak melalui transmisi 275 kV beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top