Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Percetakan dan Reproduksi Media Dorong Kenaikan Manufaktur Besar dan Sedang

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan produksi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, yaitu naik 19,59% (yoy).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 November 2019  |  13:59 WIB
Percetakan dan Reproduksi Media Dorong Kenaikan Manufaktur Besar dan Sedang
Percetakan Surat Suara PT Aksara Grafika Pratama

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada kuartal III/2019 naik sebesar 4,35% (yoy) dibandingkan dengan kuartal III/2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan produksi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, yaitu naik 19,59% (yoy). Sementara itu untuk yang mengalami kenaikan tertinggi pada kuartal III/2019 dibandingkan dengan kuartal II/2019 adalah industri barang galian bukan logam sebesar 14,15%.

Secara teperinci industri lain yang naik antara lain; pakaian jadi naik 15,29% (yoy), industri minuman naik 15,19% (yoy), industri pengolahan lain naik 12,52% (yoy), dan industri makanan naik 5,13% (yoy).

Sementara itu, industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yaitu turun 22,95%.

Suhariyanto memerinci, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal III/2019 naik sebesar 5,13% (qtq) terhadap kuartal II/2019.

"Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri barang galian bukan logam, yaitu naik 14,15%," ujarnya, Jumat (1/11/2019).

Suhariyanto menambahkan, untuk industri yang mengalami penurunan adalah industri pengolahan tembakau, yaitu turun 13,00% (qtw). Jenis industri lain yang juga mengalami kontraksi antara lain; industri barang logam bukan mesin dan peralatan turun 22,95% (yoy), industri karet juga barang dari karet dan plastik turun 16,63% (yoy), industri mesin dan perlengkapan turun 12,75% (yoy), serta industri kendaraan bermotor trailer maupun semi trailer turun 12,32% (yoy).

Dia menyatakan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal III/2019 (yoy) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu naik 23,56%.

Sementara itu, provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Jambi, yaitu turun 47,20%.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal III/2019 (qtq) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Bengkulu, yaitu naik 29,29%.

Sementara itu, provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu turun 45,58%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

percetakan
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top