Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Andalan Sektor Lain, Kemenperin Pacu Industri Mesin Perkakas

Pengguna terbesar dari hasil produksi industri pembuatan tools adalah sektor otomotif, yakni sebesar 41% - 64%.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  15:12 WIB
Jadi Andalan Sektor Lain, Kemenperin Pacu Industri Mesin Perkakas
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pembuatan mesin perkakas atau tools dinilai masih potensial untuk dikembangkan. Kementerian Perindustrian bakal memprioritaskan pengembangan sektor ini guna mendukung kebutuhan barang modal bagi sejumlah sektor manufaktur lainnya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto menjelaskan pengguna terbesar dari hasil produksi industri pembuatan tools adalah sektor otomotif, yakni sebesar 41% - 64%.

Produk mesin perkakas itu juga dimanfaatkan oleh industri elektronika, industri peralatan rumah dan kantor, industri kemasan dan industri medis.

"Kami optimistis industri pembuatan tools akan terus tumbuh seiring peningkatan penggunaan pada beberapa sektor lainnya,” kata Harjanto dalam keterangan resmi, Rabu (30/10/2019).

Harjanto mengatakan bahwa potensi industri mesin perkakas yang menghasilkan mold, dies, jig, dan fixtures masih potensial. Dia mencontohkan satu model mobil memerlukan lebih dari 3.000 jenis cetakan (mold dan dies) untuk penggunaan 8 tahun - 15 tahun berdasarkan siklus model.

Sementara itu, facelift memerlukan sekitar 35 jenis cetakan yang diperkirakan dibutuhkan dalam kurun dua tahun sekali.

Kemenperin mencatat sepanjang 2018, ekspor mold dari Indonesia mencapai US$32,8 juta. Pada periode yang sama, ekspor dies dari Indonesia mencapai US$52,3 juta, sedangkan ekspor jig dan fixture menyentuh US$7,9 juta.

“Pembuatan tools merupakan bagian dari product engineering yang memerlukan tingkat pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang tinggi dalam suatu industri manufaktur. Kemampuan tersebut akan meningkatkan level value of chain dari sebuah proses produksi dari aspek teknologi,” kata Harjanto.

Harjanto mengatakan pemerintah memprioritaskan pengembangan industri pembuatan tools sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. Hal itu pun dijabarkan dalam Kebijakan Industri Nasional 2020-2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkakas
Editor : Galih Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top