Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badan POM Awasi Maraknya Produk Pangan Olahan Impor dan Dalam Negeri

Badan Pengawas Obat dan Makanan menilai perkembangan produk pangan olahan impor dan produksi di dalam negeri berkembang sangat pesar. Kondisi ini membuat Badan POM semakin gencar mengawasi hal tersebut.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 Oktober 2019  |  20:19 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito (tiga dari kanan)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito (tiga dari kanan)

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pengawas Obat dan Makanan menilai perkembangan produk pangan olahan impor dan produksi di dalam negeri berkembang sangat pesar. Kondisi ini membuat Badan POM semakin gencar mengawasi hal tersebut.

Perkembangan jenis pangan kuliner tersebut sangat dinamis, mulai dari industri jasa kuliner skala rumah tangga hingga industri besar. Kondisi tersebut didukung oleh berkembangnya teknologi dan kemudahan dalam membeli kuliner.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI Penny K. Lukito menuturkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghasilkan produk-produk inovasi baru yang kian canggih dengan distribusi luas tanpa mengenal batas negara.

Penny menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan menjadi target pasar perusahaan di dalam negeri dan global. Apalagi dengan adanya globalisasi yang ditandai dengan meningkatnya peredaran obat, suplemen makanan dan makanan dalam jumlah sangat cepat dan besar.

"Badan POM terus memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan secara full spectrum," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (25/10/2019).

Pengawasan penuh yang dimaksud yakni  melalui penguatan regulasi/standar, penguatan pengawasan pre-market, penguatan pengawasan pre-market, penguatan pengawasan postmarket, penegakan hukum hingga pemberdayaan masyarakat.

Pengawasan pre-market dilakukan sebelum produk diedarkan melalui pendaftaran pangan olahan baik untuk produk dalam negeri maupun impor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran.

Pengawasan post market adalah  memantau konsistensi mutu dan keamanan produk melalui kegiatan sampling produk pangan yang beredar. Dalam pengawasan ini, Badan POM juga memeriksa sarana produksi dan distribudi pangan, serta pengawasan label dan iklan. 

Pengawasan pangan olahan yang dilakukan Badan POM juga mencakup tanggal kedaluwarsa, TIE, rusak, ketidaksesuaian label dan keamanan serta mutu pangan. Pengawasan ini tidak hanya sebatas pada sarana distribusi fisik melainkan juga perdagangan online.

Penny menambahkan pengawasan obat dan makanan di Indonesia merupakan pengawasan semesta, yaitu pengawasan oleh pemerintah dalam hal ini Badan POM, pengawasan oleh pelaku usaha termasuk produsen yang harus menjamin keamanan, manfaat dan mutu obat dan makanan yang diproduksi/ diedarkan, dan pengawasan oleh masyarakat yang harus menjadi konsumen yang cerdas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpom
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top