Suasana Sertijab Kepala Bappenas Penuh Haru Ketika Bambang Pamit

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dihadiri oleh segenap jajaran pejabat di Bappenas. Usai melakukan serah terima berkas pekerjaan, prosesi dilanjutkan dengan pidato dari masing-masing pejabat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  16:47 WIB
Suasana Sertijab Kepala Bappenas Penuh Haru Ketika Bambang Pamit
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional - Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

Bisnis.com, JAKARTA -- Suasana haru meliputi Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), saat Kepala Bappenas periode 2014-2019 Bambang P.S. Brodjonegoro, melakukan serah terima jabatan dengan penggantinya dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024, Suharso Monoarfa.

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dihadiri oleh segenap jajaran pejabat di Bappenas. Usai melakukan serah terima berkas pekerjaan, prosesi dilanjutkan dengan pidato dari masing-masing pejabat.

Dalam kesempatan menutup masa jabatan di Bappenas, Bambang mengaku sudah bekerja sama dengan baik bersama para staf di Bappenas untuk menyelesaikan rancangan visi Indonesia 2045 menjadi RUU Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2025-2045, lalu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Teknokratik 5 tahun 2019-2024, dan RKP 2020.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengenang sejumlah pengalaman bersama sosok Suharso Monoarfa, atau yang akrab disapa Harso.

Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini menyatakan, dia dan Suharso sudah sering berinteraksi saat penyusunan anggaran, karena Suharso adalah anggota Badan Anggaran di DPR RI. Suharso juga menjadi salah satu orang yang mendukung Bambang masuk ke instansi pemerintahan.

Bambang berkisah, sebelum bergabung di pemerintahan dan masih di Universitas Indonesia sebagai anggota tim asistensi desentraslisasi fiskal Kementerian Keuangan, dia pernah berjumpa dengan Suharso. Selain banyak memberi masukan perihal Dana Alokasi Umum (DAU), Suharso juga mengusulkan kepada Bambang mulai beralih dari dunia akademisi ke pemerintahan.

"Pak Harso bilang kalau sudah cukup di kampus bangun di pemerintahan kamu tampaknya cocok di pemerintahan, itu memori masih saya ingat," ungkap Bambang di Kantor Bappenas, Rabu (23/10/2019).

Bambang menilai sosok Suharso tempat menduduki kursi Bappenas, dengan latar belakang Planologi dari Institut Teknologi Bandung.

"Pak Harso mulai hari ini nakhoda Bappenas ada di tangan Bapak dan kapasitas saya yang berikutnya dan ambil yang baru tentu kapasitas yang baru dan sesama anggota kabinet kita kerjasama erat, kompak, mendukung," ujar Bambang disambung tepuk tangan para pejabat dan pegawai Bappenas.

Dalam pidatonya, Bambang juga memerinci soal posisi baru sebagai Menteri Riset dan Teknologi [Ristek], yang akan membuat UU Sistem Penelitian dan Riset Nasional. Dia menyatakan, dari UU rencana induk riset nasional harus berkorelasi dengan RPJMN dan RPJPN.

"Rencana pembangunan harus ada science based policy dan akan menjadi ciri khas kerja sama baik Kementerian PPN Bappenas dengan badan riset dam inovasi nasional harus saya bangun dari nol mudah-mudahan bisa direalisasi," sambungnya.

Bambang juga mengucapkan selamat kepada Suharso mulai berkiprah di Bappenas. Dia lantas tercekat, diam sesaat menahan tangis haru di tengah pidato. Seketika itu disambut tepuk tangan dari pegawai Bappenas. Bambang mengaku selama 3,5 di Bappenas, dia mampu bekerja sama dengan baik dengan segenap jajaran Bappenas. Dia pun berharap hal yang sama bisa dialami Suharso.

"Di Bappenas isinya semua orang pintar dan mayoritas dedicated yang penting kita harus selalu mendorong adanya inovasi yang diminta presiden," tuturnya.

Bambang juga menyinggung pentingnya inovasi kebijakan dan perencanaan menjadikan Indonesia negara maju, yang tak terperangkap middle income trap.

"Bappenas organisasi staf tidak banyak hanya 800-an yang tidak tetap nyaris 2.000," pungkasnya dengan wajah merah menahan tangis.

Oleh sebab itu, kerja sama perencanaan dan inovasi harus dikuatkan. Menurutnya, tanpa inovasi yang kuat bisa, Indonesia sulit memenangkan daya saing global.

Selain itu, Bambang berharap periode kepemimpinan baru di Bappenas, akan mengoptimalisasi rancangan dan implementasi tata kelola keuangan negara.

Bambang menegaskan ke depan masih butuh tahap finalisasi akhir RPJMN yang memerlukan dokumen politik, dan diharapkan Perpres tersebut bisa selesai Desember sebelum awal tahun depan.

Dia juga berharap agar tugas Bappenas untuk pemindahan ibu kota negara berjalan lancar diawali dengan menyiapkan Badan Otorita Pemindahan Ibu Kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bappenas

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top