Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbaikan Iklim Investasi Butuh Lebih Dari Sekadar Insentif Pajak

“Hambatan masih banyak di hulu, sedangkan insentif adanya di hilir. Mereka baru bisa dapat insentif kalau hambatannya selesai,” ujar Faisal, Minggu (20/10/2019).
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  07:59 WIB
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah perlu mengambil kebijakan yang lebih besar dibandingkan dengan sekadar memberikan insentif pajak apabila ingin menggenjot investasi.

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengungkapkan terus menciutnya investasi pada sektor industri manufaktur disebabkan oleh iklim industri manufaktur yang memang masih bermasalah.

Tidak mengherankan apabila investasi yang masuk ke Indonesia semakin didominasi oleh sektor jasa, bukan sektor industri manufaktur sebagaimana yang diinginkan oleh pemerintah.

“Hambatan masih banyak di hulu, sedangkan insentif adanya di hilir. Mereka baru bisa dapat insentif kalau hambatannya selesai,” ujar Faisal, Minggu (20/10/2019).

Oleh karena itu, pemerintah ke depan perlu berpikir secara lebih sistemik apabila ingin menyelesaikan permasalahan iklim investasi terutama untuk sektor industri manufaktur.

Pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada nilai investasi apabila hendak mengejar investasi yang sesuai dengan misi pemerintah yakni menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Mismatch antara kebutuhan industri dengan vokasi yang tersedia perlu segera diselesaikan agar tujuan pemerintah dapat segera tercapai.

Hal ini mengingat adanya ancaman resesi global yang terus mengintai pada tahun-tahun ke depan.

“Dalam kondisi dimana ekonomi mengalami kelesuan, maka yang perlu dijaga adalah iklim investasi. Ini akan menjaga income dan demand. Kalau demand turun maka bakal snowball ke yang lain, jangan sampai itu terjadi,” kata Faisal.

Pemerintah juga disarankan untuk tidak lagi mengeluarkan paket-paket kebijakan ekonomi sebagaimana yang menjadi tren pada periode pertama pemerintahan Joko Widodo.

Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan cenderung lambat dieksekusi sehingga yang timbul adalah ketidakpastian di tengah dunia usaha dan calon investor.

Kunci penyelesaian masalah investasi dan sektor industri manufaktur adalah dengan berpikir sistemik, bukan justru merencanakan adanya perubahan nomenklatur dengan menciptakan Kementerian Investasi dan lain sebagainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi insentif pajak
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top