Genjot Produksi Kedelai Kementan Dorong Sistem Tusip

Sistem tanam tumpang sisip atau relay croping menjadi salah satu upaya untuk mengejar target peningkatan produksi kedelai pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  00:35 WIB
Genjot Produksi Kedelai Kementan Dorong Sistem Tusip
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARYA-Sistem tanam tumpang sisip atau relay croping menjadi salah satu upaya untuk mengejar target peningkatan produksi kedelai pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Amirudin Pohan menjelaskan dengan sistem tumpang sisip atau tusip sebidang lahan akan ditanami dua atau lebih jenis tanaman dengan pengaturan pada waktu panen dan tanamnya.

"Tusip itu caranya menyisipkan tanaman kedelai pada tanaman lainnya, untuk waktunya yang paling baik pada saat menjelang panen tanam lainnya tersebut,"  jelas Amirudin di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Menurut Amirudin, tumpang sisip kedelai dengan jagung sangat memungkinkan dilakukan pada Oktober ini. Panen jagung diperkirakan cukup luas di akhir bulan. Sebelum panen jagung. lahan dimanfaatkan untuk tanam tusip kedelai.

"Jadi ini kan sebentar lagi akan panen jagung. Nantinya itu jagung  sekitar 10 sampai 20 hari sebelum panen, kita tanam tusip ini. Banyak potensinya baik pada pertanaman jagung bantuan pemerintah maupun tanaman swadaya petani," terang Amirudin.

Lebih jauh Amirudin menuturkan bahwa ada beberapa alasan kenapa saat ini menjadi kesempatan bagus untuk tusip kedelai.

Pertama, mengingat petani sudah sering melakukan tusip tanaman satu dengan yang lainnya sehingga tidak perlu ada pembelajaran.

Kedua, bantuan benih dan pupuk dari Kementan untuk tanaman kedelai masih tersedia dan bisa segera dimanfaatkan. 

“Ketiga pertanaman jagung dari bantuan pemerintah maupun swadaya yang akan panen dalam waktu dekat ini cukup luas,” sebutnya.

Kementan menargetka  luas tanam kedelai pada tahun ini bisa mencapai 600.000 ribu hektare atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Kepala Subdirektorat Kedelai Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Rachmat menambahkan kegiatan tusip akan dilaksanakan di 23 provinsi sentra produksi jagung yang masih banyak terdapat pertanaman jagung. Untuk mensukseskan kegiatan ini tentunya perlu kerja sama yang solid. 

“Kerja sama tidak hanya di dalam Kementan saja. Kami juga menggandeng seluruh unsur aparat pertanian dari pusat hingga ke level Desa untuk bersama-sama sukseskan tusip ini,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kedelai, jagung

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top