Ini Alasan Kemenhub akan Pindahkan Stasiun Kereta Jarak Jauh ke Manggarai

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan rencana menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun penghubung utama tersebut sudah sejak lama untuk membangun konektivitas yang ideal.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  20:50 WIB
Ini Alasan Kemenhub akan Pindahkan Stasiun Kereta Jarak Jauh ke Manggarai
Jajaran Kementerian Perhubungan dalam bincang-bincang dengan media, Sabtu (19/10/2019). - Bisnis/Rinaldi Mohammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan pastikan stasiun kereta jarak jauh dipindahkan ke Stasiun Manggarai dari sebelumnya yang berada di Stasiun Gambir.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan rencana menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun penghubung utama tersebut sudah sejak lama untuk membangun konektivitas yang ideal.

“Secara ideal satu konektivitas yang keluar itu harus dipisahkan dengan angkutan dalam kota. Bayangkan ada 1,2 juta orang yang menggunakan angkutan dalam kota, sementara yang keluar daerah cuma 10.000 paling banyak,” katanya, Sabtu (19/10/2019).

Dia menjelaskan, pihaknya memprioritaskan pemindahan fungsi tersebut agar aktivitas pergerakan orang lebih efektif tidak ada lagi crossing atau kereta tertahan menunggu satu sama lain.

Menurutnya, Stasiun Manggarai memiliki posisi yang strategis. Arah menuju Stasiun Gambir ada kereta terusan setiap 5 menit.

“Ketika kita gunakan moving block sinyal itu setiap 3 menit ada kereta yang menuju ke Gambir [artinya semakin mudah],” katanya.

Adapun perkara lahan di sekitar Stasiun Manggarai yang belum maksimal akan segera dikonsolidasikan.

Dia menerangkan, tanah di kawasan tersebut merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetapi sudah digunakan menjadi pemukiman oleh warga.

“Kami punya tanah yang dimiliki kai akan kami konsolidasikan. Memang idelanya tetap di Manggarai, kami selalu mendengar apa masukan dari masyarakat,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, Kemenhub

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top