Regulasi IMEI Disahkan, Bagaimana Nasib Jastip Ponsel?

Konsumen seringkali memanfaatkan jastip ini untuk membeli gadget atau gawai yang diinginkan dari luar negeri jika produk itu tidak hadir di Tanah Air. Lalu, bagaimana nasibnya setelah pemberlakuan aturan Identitas Internasional Perangkat Bergerak (IMEI) ini?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  14:30 WIB
Regulasi IMEI Disahkan, Bagaimana Nasib Jastip Ponsel?
Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu Heru Pambudi - Bisnis/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Peraturan baru terkait dengan identifikasi Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) sebagai upaya memerangi perdagangan ponsel di pasar gelap secara ilegal di Indonesia berpengaruh juga terhadap bisnis jasa titip atau jastip.

Konsumen seringkali memanfaatkan jastip ini untuk membeli gadget atau gawai yang diinginkan dari luar negeri jika produk itu tidak hadir di Tanah Air. Lalu, bagaimana nasibnya setelah pemberlakuan aturan Identitas Internasional Perangkat Bergerak (IMEI) ini?

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi meminta para pelaku jastip ponsel pintar untuk mengikuti aturan yang berlaku. Heru mengatakan barang bawaan dari luar negeri diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 203/PMK.04/2017, yang terbit pada Desember 2017.

Barang bawaan dari luar negeri itu termasuk ponsel, akan dikenakan bea masuk jika berharga di atas US$500, atau sekitar Rp7 juta. Adapun saat ini, bea masuk untuk pembelian ponsel dari luar negeri berlaku Rp 0.

Selain bea masuk, setiap unit ponsel yang dibawa dari luar negeri akan dikenakan pajak berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dan Pajak Penghasilan 7,5 persen.

Menurutnya, setiap orang dari luar negeri hanya dapat membawa maksimal dua unit ponsel baru. Jika lebih dari dua perangkat, barang akan disita oleh petugas bea cukai.

Terkait nomor IMEI, tanda terima dari petugas bea cukai, lanjut Heru, dapat dijadikan dasar untuk registrasi IMEI di Indonesia.

Para pelaku jastip seringkali membawa lebih dari dua perangkat ponsel dengan alasan untuk dipakai pribadi.

Heru menilai aturan IMEI sangat efektif untuk menekan peredaran ponsel ilegal. Setelah aturan itu berlaku, ponsel dengan IMEI yang tidak terdaftar tidak dapat tersambung ke jaringan seluler di Indonesia. “Mari kita ikuti ketentuannya,” katanya selepas penandatanganan bersama aturan IMEI di Kementerian Perindustrian, Jumat (18/10/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imei

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top