Ekspor ke AS Ditarget US$60 Miliar pada 2024, Apa Strategi Indonesia?

Indonesia menargetkan nilai ekspor ke Amerika Serikat dapat menembus US$60 miliar pada 2024, melesat dari capaian sepanjang tahun lalu senilai US$18,4 miliar.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  16:22 WIB
Ekspor ke AS Ditarget US$60 Miliar pada 2024, Apa Strategi Indonesia?
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam 5 tahun kedepan, Indonesia menargetkan nilai ekspor ke Amerika Serikat bisa mencapai US$60 miliar.

Pada 2018, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Seeikat (AS) mencapai US$18,4 miliar, lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pada 2017 yang mencapai US$17,7 miliar.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roslani mengatakan untuk mengejar target ekspor ke AS pada 2024 tersebut, Pemerintah Indonesia juga harus proaktif. Dalam hal ini, dia mengatakan agar Indonesia juga harus membuka akses yang seimbang terhadap produk-produk dari AS.

“Kita harus datang ke sana, dan mendengarkan kemauan mereka, karena kalau kita hanya meningkatkan ekspor dari kita saja, itu akan sulit,” katanya di Forum Diskusi Regional AS pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 ICE BSD, Banten, Jumat (18/10/2019)

Rosan mengatakan, sejatinya, filosofi Pemeritah AS dalam hal ekspor adalah kebijakan yang resiprokal atau dua arah.  Sehingga, selain membuka akses pasar bagi produk-produk Indonesia, AS juga ingin agar Indonesia menambah impor dari negara tersebut.

Menurutnya, ada banyak potensi produk Indonesia yang bisa diekspor ke Negeri Paman Sam. Mulai dari tekstil, produk olahan kedelai seperti tempe, karet, barang elektronik hingga minyak kelapa sawit dan produk turunannya.

“Nah, contohnya, mungkin seperti tektil kita, yang nilai ekspornya ke AS hanya US$4,5 miliar pada 2018. Untuk bisa sampai ke US$60 miliar, kita ada kesempatan [memacu ekspor produk pertekstilan ke AS] karena produk China sekarang dikenai tarif ekspor ke AS. Ekspor tekstil China ke AS itu kurang lebih US$27miliar. Nah dengan adanya tarif, itu bisa jadi peluang kita untuk menggantikan posisi China.”

Dia memprediksi di tengah kondisi seteru dagang dengan China tersebut, ekspor tekstil Indonesia ke AS bisa naik empat kali lipat dalam 5 tahun.

“Dan mereka [AS] juga dukung soalnya kita salah satu importir kapas terbesar AS, karena kita tidak bisa mendongkrak produksi kapas di dalam negeru." 

Sekadar catatan, tekstil merupakan salah satu dari lima produk unggulan ekspor Indonesia ke AS. Selain itu, produk unggulan Indonesia antara lain karet, alas kaki, barang elektronik hingga furnitur. Sementara itu, untuk produk yang berpotensi bisa memperoleh pangsa pasar lebih besar di AS antara lain mainan, perhiasan, kertas hingga produk kayu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, amerika serikat, perdagangan bilateral

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top