Menjaring Peluang dari Expo 2020

Keseriusan Dubai sebagai pusat bisnis dan perkembangan teknologi terwujud dalam mega proyek Expo 2020. Indonesia sebagai salah satu partisipan juga dapat menangkap sejumlah peluang dari acara tersebut.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  09:02 WIB
Menjaring Peluang dari Expo 2020
Para pengunjung melihat maket Expo 2020 yang berada dalam kawasan seluas 4,38 km2 atau 43.800 hektare (ha) di Dubai.

Bisnis.com, DUBAI—Keseriusan Dubai sebagai pusat bisnis dan perkembangan teknologi terwujud dalam mega proyek Expo 2020. Indonesia sebagai salah satu partisipan juga dapat menangkap sejumlah peluang dari acara tersebut.

Sumathi Ramanathan, Director Destination Marketing Expo 2020, menyampaikan mengambil tema ‘Menghubungkan Pikiran, Menciptakan Masa Depan’, agenda ini melibatkan partisipasi dari 192 negara.

“Ke-192 negara itu akan membangun paviliun masing-masing termasuk Indonesia. Mereka akan saling berinteraksi sekaligus menunjukkan potensi setiap negara,” ujarnya belum lama ini.
 
Expo 2020 berada di kawasan seluas 4,38 km2 atau 43.800 hektare (ha). Sekitar 2 km2 untuk area ekspo, sedangkan 2,4 km2 untuk fasilitas lainnya seperti akomodasi, pergudagangan, simpul transportasi, hotel, area ritel, dan taman.

Ramanathan menuturkan pengembangan infrastruktur dan operasional Expo 2020 menelan investasi US$9 miliar (sekitar Rp127,53 triliun). Pebisnis skala Usaha Kecil Menengah (UKM) mendapat bagian proyek sebesar US$1 miliar atau di atas 20%.

Berdasarkan laporan Ernst & Young (EY), Expo 2020 yang berlangsung pada 20 Oktober 2020—10 April 2021 ini dapat menyumbang 122,6 miliar dirham (US$33,38 miliar atau Rp472,94 triliun) bagi UEA pada 2013—2031.

Dalam jangka waktu yang sama, acara itu akan menciptakan 905.200 lapangan kerja baru dan berkontribusi 1,5% dari PDB UEA selama 6 bulan penyelenggaraan. Jumlah pengunjung dapat mencapai 25 juta orang.

Indonesia menjadi salah satu serius memanfaatkan peluang Expo 2020. Ground breaking paviliun Indonesia, yang menempati lahan seluas 438 ha, sudah dilakukan pada 9 September 2019.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda selaku Komisaris Jenderal Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai menuturkan, pihaknya berharap dapat menangkap peluang investasi jangka panjang dalam acara yang berlangsung 173 hari itu.

“Ini peluang kita untuk mengakses wilayah baru, peluang bisnis baru, yang tentunya hemat biaya dan waktu,” paparnya.

Paviliun itu akan menampilkan konsep Indonesia Emas 2045. Dalam momentum yang berbarengan dengan perayaan 100 tahun Kemerdekaan RI tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan PDB terbesar ke-5 di dunia.

Omar Khan, Director of International Office at the Dubai Chamber of Commerce and Industry, menambahkan Pemerintah Dubai sangat proaktif dalam menjadikan emirat sebagai pusat pengembangan bisnis global, terutama di bidang teknologi dan startup.

Expo 2020 diperkirakan akan menciptakan 600.000 tenaga kerja baru, dimana sekitar 7% berasal dari Dubai, dan 93% untuk negara lainnya.

“Misi kami mengembangkan bisnis yang memberikan manfaat buat semuanya,” imbuhnya.

Natalia Sycheva, Manager-Entrepreneurship Dubai Chamber of Commerce and Industry, menyampaikan Indonesia dengan Uni Emirat Arab melakukan banyak sinergi ekonomi strategis dalam berbagai bidang, dan akan berlanjut untuk jangka panjang.

Adapun, jumlah perusahaan Indonesia yang terdaftar di Dubai Chamber telah meningkat dua kali lipat sejak 2017, dan kini mencapai lebih dari 70 perusahaan anggota.

Pebisnis startup tentunya juga dapat menangkap peluang pengembangan bisnis dari kemesraan hubungan bilateral yang sudah lama terjalin.

Menurut Sycheva salah satu cara paling praktis bagi startup untuk menggarap potensi bisnis di Dubai ialah menghadiri berbagai pameran dan konferensi yang diadakan di emirat sepanjang tahun. Misalnya saja Expo 2020.

“Acara besar ini menyediakan wadah yang ideal bagi startup untuk terlibat dengan para pemimpin bisnis dan bertemu dengan calon investor dan mitra,” imbuhnya.

Berbagai program seperti Dubai Startup Hub juga menyediakan sejumlah informasi berharga bagi pemula. Oleh karena itu, Indonesia bersama dengan Dubai dan UEA dapat bersama-sama mengembangkan ekosistem bisnis startup.

Sejumlah fakta perihal Expo 2020
Acara ini merupakan ajang pertemuan bisnis dan kerja sama antara 192 negara.
Waktu pelaksanaan : 20 Oktober 2020—10 April 2021
Luas kawasan : 4,38 km2 atau 43.800 hektare (ha)
Target pengunjung : 25 juta orang, 70% berasal dari luar UEA
Investasi proyek : US$9 miliar, dimana pelaku UKM mendapatkan alokasi US$1 miliar
Potensi lapangan kerja : 905.200 orang

Paviliun Indonesia
Luas kawasan : 438 ha
Konsep : Indonesia Emas 2025
Investasi proyek : sekitar Rp400 miliar
Pengembang : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Penyelenggara : PT Samudra Dyan Praga

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm, dubai

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top