PGN (PGAS) Siap Bangun Terminal LNG Teluk Lamong, Operasi Penuh pada 2023

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) bersiap melakukan konstruksi fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, pascaselesainya proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  16:27 WIB
PGN (PGAS) Siap Bangun Terminal LNG Teluk Lamong, Operasi Penuh pada 2023
Liquefied Natural Gas (LNG). - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) bersiap melakukan konstruksi fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, pascaselesainya proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN, mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan finalisasi perizinan dan menuju tahap konstruksi. "Untuk Amdal Terminal LNG Teluk Lamong sudah selesai," tuturnya, Kamis (17/10/2019).

Pengembangan terminal LNG ini merupakan upaya PGN untuk memenuhi kebutuhan gas bumi yang terus meningkat, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Selain itu, pembangunan infrastruktur gas bumi untuk mendukung bauran energi minimal 22% pada 2025.

Dalam membangun terminal LNG dengan kapasitas gas 40 juta kaki kubik per hari (MMscfd), PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Proyek yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan beroperasi akhir 2019 dan rampung keseluruhan pada 2023.

Fase kedua adalah pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO tank ukuran 20-40 kaki container untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk. Fase ketiga berupa pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50.000 meter kubik (m3) dan dapat ditingkatkan hingga 180.000 m3.

Adapun, luasan area yang disiapkan untuk membangun terminal LNG mencapai 2,5 hektare (ha). Jika sudah beroperasi secara penuh kapasitasnya akan mencapai 180 MMscfd.

Menurutnya, LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur. Keberadaan Terminal LNG Teluk Lamong dapat menjadi tumpuan ketika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim.

Pasalnya, selama ini pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas kontrak kerja sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.

Sejauh ini, total pelanggan PGN di Jawa Timur membutuhkan setidaknya pasokan gas sebesar 141 MMscfd. Pelanggan yang ada terbagi atas segmen industri sebanyak 556 pelanggan, rumah tangga sebanyak 65.032 pelanggan, dan komersil sebanyak 162 pelanggan.

Rachmat menambahkan secara keseluruhan kebutuhan gas bumi di Jatim mencapai 170 MMscfd. Untuk itu, PGN juga melakukan integrasi moda transportasi gas bumi berbasis pipa maupun non pipa agar dapat menjangkau seluruh wilayah pasar.

Selain digunakan untuk meregasifikasi LNG dan mengalirkannya ke jaringan pipa, fasilitas ini juga dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum dijangkau infrastruktur pipa.

Fasilitas tersebut diharapkan bisa jadi solusi dan sarana untuk membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lng, PGN

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top