Produksi Hasil Hutan Nonkayu Indonesia Melejit

Produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) selama periode Januari—Agustus 2019 meningkat signifikan secara tahunan ditopang oleh komoditas getah. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  09:21 WIB
Produksi Hasil Hutan Nonkayu Indonesia Melejit
Ilustrasi hutan tanaman industri - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) selama periode Januari—Agustus 2019 meningkat signifikan secara tahunan ditopang oleh komoditas getah. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produk Lestari (PHPL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), produksi HHBK periode Januari—Agustus 2019 meningkat 82,3% menjadi 263.000 ton, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 144.244 ton. 

Produksi getah periode Januari-Agustus 2019 tercatat 81.726 ton atau meningkat 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 64.354 ton. 

Johan Utama Perbatasari, Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu KLHK, mengatakan bahwa meningkatnya produksi HHBK tak lepas dari penerapan sistem informasi dari masing-masing perusahaan maupun pemasok dengan berbagai jenis HHBK yang dihasilkan. 

“Kita menerapkan sistem informasi HHBK mulai Februari. Jadinya seluruh KPH [kesatuan pengelolaan hutan wajib menginput data-data HHBK, baik di hutan alam, HPH [Hak Pengelolaan Hutan], HTI [Hutan Tanaman Industri], harus input data. Sangat tajam sekali korelasinya,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. 

Johan berharap agar tahun-tahun berikutnya produksi HHBK melesat sehingga evaluasi, monitoring, dan pendampingan teknis akan digenjot. 

Johan mengaku sudah berbicara dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) agar di setiap provinsi ada pendampingan, khususnya bagi operator sistem data HHBK. Hal ini dimaksudkan agar mereka semakin paham cara mengoperasionalkan sistem tersebut. 

“Kalau sistem bisa dihapal di luar kepala, saya yakin bisa maju dua kali lipat, [produksi] HHBK cukup cemerlang,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kehutanan, kayu

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top