Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Dunia : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 Terjaga pada Level 5 Persen

Dalam laporan World Bank dengan judul 'East Asia and Pacific Economic Update October 2019: Weathering Growing Risk' yang dikutip Bisnis.com pada Kamis (10/9/2019), konsumsi rumah tangga diproyeksikan tetap tumbuh mengingat rendahnya inflasi serta kuatnya pasar tenaga kerja.
Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,17% selama 2018. Data: BPS
Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,17% selama 2018. Data: BPS

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bakal tetap terjaga pada angka 5%.

Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan untuk terus tumbuh dengan capaian sebesar 5,1% pada 2020 dan 5,2% pada 2021.

Dalam laporan World Bank dengan judul 'East Asia and Pacific Economic Update October 2019: Weathering Growing Risk' yang dikutip Bisnis.com pada Kamis (10/9/2019), konsumsi rumah tangga diproyeksikan tetap tumbuh mengingat rendahnya inflasi serta kuatnya pasar tenaga kerja.

Dalam laporan tersebut, World Bank memproyeksikan konsumsi rumah tangga bakal terus tumbuh stabil pada angka 5,2% pada 2019 dan bakal terus berlanjut hingga 2021 dengan capaian yang sama.

Kebijakan fiskal pemerintah juga diproyeksikan semakin akomodatif dan bakal menggenjot pembangunan infrastruktur pada tahun-tahun ke depan.

Meski pertumbuhannya cenderung lambat, investasi juga diproyeksikan terus bertumbuh mengingat dengan selesainya penyelenggaraan Pemilu 2019.

Selesainya gelaran 5 tahunan tersebut mereduksi ketidakpastian politik dan menumbuhkan sentimen bisnis pada sisa 2019 dan tahun-tahun ke depan.

Pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) diproyeksikan bakal tumbuh 5% pada 2019 dan diproyeksikan bakal terus tumbuh pada 2020 dan 2021 dengan proyeksi pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5% dan 6%.

Perlu dicatat bahwa angka pertumbuhan investasi yang diproyeksikan oleh World Bank masih lebih rendah dibandingkan dengan capaian pertumbuhan investasi pada 2018 yang mencapai 6,7%.

Di tengah perang dagang yang bergejolak, ekspor diproyeksikan mengalami pertumbuhan negatif dengan capaian sebesar -1% pada 2019 dan diproyeksikan akan kembali tumbuh pada 2020 dan 2021 dengan pertumbuhan sebesar 1,5%dan 2,8%.

Akibat pertumbuhan investasi yang diproyeksikan lebih rendah dibandingkan dengan tahu sebelumnya, impor Indonesia juga diproyeksikan mengalami pertumbuhan negatif sebesar -3,5% pada 2019. Meski demikian, impor Indonesia diproyeksikan tetap kembali tumbuh pada 2020 dan 2021 dengan proyeksi pertumbuhan impor mencapai 2% dan 3,7%.

Dari sisi lapangan usaha, 2 sektor yang dinilai yakni agrikultur dan industri diproyeksikan tetap tumbuh pada 2019, meski lebih rendah dibandingkan dengan 2018.

Sektor agrikultur diproyeksikan tumbuh 3,3% pada 2019 dan akan terus pada 2020 dan 2021 dengan capaian pertumbuhan sebesar 3,7% dan 3,6%.

Sektor industri juga diproyeksikan tumbuh sebesar 3,8% pada 2019 dan akan terus tumbuh pada 2020 dan 2021 dengan capaian masing-masing sebesar 4,4% dan 4,2%.

Untuk diketahui, pertumbuhan sektor agrikultur dan industri pada 2018 tercatat masing-masing sebesar 3,9% dan 4,3%.

Adapun sektor yang diproyeksikan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 adalah sektor jasa yang diproyeksikan oleh World Bank tumbuh 6,7%, lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 yang tumbuh 5,8%.

Meski demikian, sektor jasa diproyeksikan mengalami perlambatan pertumbuhan pada 2020 dan 2021 dengan proyeksi masing-masing sebesar 6,1% dan 6,5%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhamad Wildan
Editor : Achmad Aris
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper