Bersama Menggerakkan Investasi di Bumi Pertiwi

Dalam satu dekade terakhir Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup pesat pertumbuhan ekonominya.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  11:09 WIB

Bisnis.com, Jakarta – Dalam satu dekade terakhir Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup pesat pertumbuhan ekonominya.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang signifikan, dari US$400 miliar pada 2007, menjadi US$1 triliun pada 2017.

Derasnya investasi yang masuk ke Indonesia menjadi salah satu faktor penentu tren positif pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Kepastian hukum dan stabilitas politik yang tercipta di dalam negeri membuat investor semakin optimistis untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal itu kemudian berhasil mengerek Indonesia ke peringkat 16 sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Masifnya pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan bonus demografi yang di miliki oleh Indonesia, membuat prospek perekonomian nasional semakin cerah.

Bahkan, Lembaga Keuangan Finansial memperkirakan Indonesia akan menjadi negara yang memiliki ekonomi terbesar keempat di dunia, dengan PDB mencapai US$10,1 triliun.

Hingga kini, investor asing tidak ragu membidik Indonesia sebagai lahan subur untuk menanamkan dananya.

Meski kerap terjadi fluktuasi yang dipicu berbagai faktor seperti domestik, dan kondisi ekonomi global, tetapi dalam rentang lima dekade terakhir terjadi pertumbuhan besar investasi asing.

Sebagai motor deregulasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) telah mengambil tindakan untuk menarik investasi melalui berkoordinasi dengan lembaga lain dan mendorong lebih banyak peraturan yang ramah dengan investasi.

Dengan strategi pemasaran yang solid, BKPM telah meyakinkan para investor bahwa Indonesia adalah pilihan yang tepat.

Usahanya telah membuahkan hasil karena Indonesia sekarang semakin menarik bagi investor.

Untuk meningkatkan minat investor membenamkan modalnya di Indonesia, BKPM mendukung pelaksanaan Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada 16—20 Oktober 2019 di ICE BSD, dan Bloomberg New Economy Forum pada 20—22 November 2019 di Beijing.

BKPM akan lebih gencar memperkenalkan Indonesia sebagai negara tujuan investasi di kedua pagelaran itu, termasuk memperkenalkan online single submission (OSS) 1.1.

Selain itu, BKPM akan menunjukkan capaian reformasi ekonomi Indonesia, serta peluang yang dapat diperoleh dalam perjalanan Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi keempat seperti yang diprediksi oleh beberapa instansi finansial terkemuka.

Harapannya, tentu saja semakin banyak investor asing dari negara lain, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan yang mau berinvestasi di Indonesia.

BKPM terus mempromosikan investasi di Indonesia. OSS 1.1 yang mengintegrasikan 34 provinsi dan lebih dari 500 kota hanyalah satu dari sekian banyak terobosan yang sudah diambil.

BKPM pun optimistis Indonesia dapat menjaring aliran kapital lebih besar dalam jangka panjang, seiring dengan strategi makro yang tengah dikayuh pemerintah.

Dengan dukungan derasnya arus investasi, inflasi yang stabil, dan kuatnya pasar kerja, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai 5,3% pada 2020.

Pada akhirnya, apa yang dikatakan banyak lembaga riset global ternama itu sesuai dengan kondisi faktual Indonesia.

Dengan segala keunggulan komparatifnya, negara ini adalah salah satu surga investasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bkpm

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top