Bappenas Jadi Mediator Promosi Pembiayaan SDGs

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan target SDGs dengan 17 agenda pembangunan ditargetkan selesai pada 2030. Adapun target ke-17 adalah tentang menjalin kemitraan, lintas instansi dan negara. Melalui tujuan itu, Bambang menyatakan Bappenas akan bertugas sebagai koordinator penghubung dalam pemenuhan biaya SDGs.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  11:58 WIB
Bappenas Jadi Mediator Promosi Pembiayaan SDGs
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan pidato pada acara yang diselenggarakan Indonesia dan Denmark di sela-sela HLPF dengan tema Youth and the SDGs: from Local Roots to Global Community, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (20/7). - ANTARA/Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Bertugas sebagai koordinator pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) siap menjadi promotor dan penghubung antara proyek dengan sumber pendanaan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan target SDGs dengan 17 agenda pembangunan ditargetkan selesai pada 2030. Adapun target ke-17 adalah tentang menjalin kemitraan, lintas instansi dan negara. Melalui tujuan itu, Bambang menyatakan Bappenas akan bertugas sebagai koordinator penghubung dalam pemenuhan biaya SDGs.

“Menjadi financial hub itu nomor 17 berbicara soal kemitraan, bukan hanya goal-nya tetapi juga pembiayaan,” kata Bambang di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dia menyatakan, sumber pembiayaan yang dibidik oleh Bappenas untuk pencapaian SDGs tidak hanya mengandalkan APBN. Sebaliknya, pemerintah akan lebih banyak menggali sumber pembiayaan lain meliputi swasta, organisasi keagamaan, dan filantropi agar terkoordinasi dengan pencapaian tujuan tertentu dalam SDGs.

Bappenas sebagai SDGs Financial Hub akan mengumpulkan dan menghubungkan setiap program berbasis tujuan dengan calon mitra pembiayaan. Bambang menyebut peran ini membedakan antara SDGs Financing Hub dan SDG One Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.

Bambang mengklaim, SDG One Indonesia adalah platform kerja sama pendanaan terintegrasi untuk pembangunan infrastruktur mencapai tujuan SDGs di Indonesia. SDG One Indonesia bertugas menghimpun dana, tetapi tidak melakukan pencocokan ataupun promosi untuk 17 tujuan tersebut.

“Sebagai financing hub ini kami juga akan melalui promosi menggalang dana dari non pemerintah,” terangnya.

Dia memerinci, SDGs Financial Hub akan berbentuk unit baru di Bappenas. Bambang juga menyatakan pihaknya telah menyusun rancangan kerja dalam dua periode. Pasalnya, pencapaian tujuan tahap pertama dimulai pada 2020 sampai 2024, dilanjutkan pada tahap kedua mulai 2024 sampai 2029.

Bisnis.com mencatat, 17 target SDGs meliputi; tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih yang berkelanjutan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan pemukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, ekosistem daratan, perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, terakhir adalah kemitraan untuk mencapai tujuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
SDGs

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top