Kapasitas Produksi Bertambah, Oneject Siap Ekspor Jarum Suntik

PT Oneject Indonesia, produsen alat kesehatan, menargetkan mampu mengekspor 30% - 40% jarum suntik pada tahap kedua pengembangan pabrik barunya di Cikarang, Bekasi.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  14:43 WIB
Kapasitas Produksi Bertambah, Oneject Siap Ekspor Jarum Suntik
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, CIKARANG – PT Oneject Indonesia, produsen alat kesehatan, menargetkan mampu mengekspor 30% - 40% jarum suntik pada tahap kedua pengembangan pabrik barunya di Cikarang, Bekasi.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana mengatakan pabrik baru itu bakal dikembangkan dalam dua tahap selama 5 tahun dengan nilai total investasi mencapai Rp350 miliar. Pada tahap pertama, jelas dia, pihaknya menargetkan mampu memproduksi sekitar 600 juta - 1,2 miliar jarum suntik per tahun.

Pada tahap kedua atau sekitar tahun keempat pengembangan, pihaknya memperkirakan mampu memproduksi 2 miliar jarum suntik. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, pihaknya juga bakal mengekspor produk tersebut, terutama ke Amerika Serikat.

"Untuk pasar ekspor, sekitar 30% - 40% [produksi] akan kami kirim ke luar. Pasar terbesar sebenarnya Amerika," ujarnya di sela-sela seremoni awal pengerjaan proyek konstruksi pabrik kedua di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Jahja mengatakan pihaknya optimistis mampun menyasar pasar Amerika Serikat dengan dukungan principal luar negeri. Apalagi, sebut dia, pabrik baru tersebut akan memproduksi alat suntik model baru, yakni Apiject yang merupakan hasil temuan Marc Koska dari Inggris.

Berbeda dengan alat suntik terisi awal atau prefill syringes yang sebelumnya beredar dan terbuat dari gelas atau kaca, produk anyar ini terbuat dari plastik.

"Praktis penggunaannya sekaligus aman. Selain itu, juga jauh lebih murah harganya dibanding glass prefill syringes dan tahan banting sehingga dapat dikirim dengan drone ke daerah terpencil."

Pada tahap awal, Jahja mengatakan pihaknya ingin memacu produksi guna memenuhi kebutuhan jarum suntik dalam negeri. Menurutnya, saat ini rerata penggunaan jarum suntik per kapita di Indonesia mencapai 2 alat per tahun. Jumlah itu jauh berada di bawah tingkat penggunaan warga di negara-negara maju yang mencapai 8 - 10 jarum suntik.

Namun, dia memperkirakan ke depan pemanfaatan jarum suntik di Indonesia akan terus meningkat signifikan.

"Dengan penduduk 263 juta saja, berarti kebutuhan mencapai sekitar 500 juta jarum suntik pertahun. Jadi, untuk megantisipasi itu kami harus tingkatkan produksi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alkes

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top