Indonesia Terpilih Sebagai Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional

Saat ini, harga kopi global berada di bawah US$2 per kilogram (kg) di tengah surplusnya pasokan kopi global.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 30 September 2019  |  14:48 WIB
Indonesia Terpilih Sebagai Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional
Petani memanen kopi arabika di Desa Mekarmanik, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dipercaya menjadi pemimpin Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO Council). 
 
Hal itu dibuktikan dengan terpilihnya Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo sebagai Ketua ICO Council untuk periode 2019 – 2020. Iman menggantikan Stephanie Kung dari Swiss.
 
Pemilihan Iman sebagai Ketua ICO dilakukan dalam pertemuan tahunan ke-125 ICO Council pada 23–28 September 2019 di London, Inggris. Ketua Dewan ICO akan bertugas memimpin kelanjutan pembahasan berbagai keputusan penting yang dihasilkan oleh Dewan ICO dan bekerja sama dengan Direktur Eksekutif ICO untuk melaksanakan keputusan tersebut dengan memobilisasi berbagai sumber daya. 
 
“Keketuaan Indonesia pada Dewan ICO ini menjadi penting dan mencerminkan kepercayaan dunia pada Indonesia untuk mendorong kelangsungan ekonomi sektor kopi melalui kemitraan antara pemerintah, petani, dan sektor industri,” kata Iman dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (30/9/2019).
 
Dia melanjutkan upaya tersebut sejalan dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla di forum PBB di New York pada 25 September 2019. Kala itu, JK menyoroti turunnya harga biji kopi dunia dan perlunya ditempuh langkah-langkah terobosan guna menyelamatkan industri dan pertanian komoditas tersebut.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan penunjukan Iman sebagai Ketua Dewan ICO merupakan pengakuan terhadap peran dan kontribusi Indonesia kepada organisasi tersebut. 
 
“Selain itu, hal ini merupakan refleksi dari kerpercayaan anggota kepada Indonesia untuk menakhodai ICO menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait dengan keberlanjutan ekonomi sektor kopi sebagai dampak dari krisis harga kopi global,” jelasnya.
 
Pertemuan ke-125 ICO Council dilaksanakan di tengah meningkatnya keprihatinan terhadap merosotnya harga kopi dunia sebesar 30 persen dalam 2 tahun terakhir. Kondisi itu dinilai membutuhkan upaya kerja sama di antara anggota ICO untuk mengatasinya. 
 
Saat ini, harga kopi global berada di bawah US$2 per kilogram (kg). Selama ini, kelebihan pasokan kopi global ditengarai menjadi pemicu utama terus tertekannya harga kopi dunia. 
 
Meskipun terjadi peningkatan konsumsi kopi secara global sebesar 2,2 persen pada beberapa tahun terakhir, tingkat pertumbuhannya masih jauh di bawah kenaikan produksi kopi global. Sehingga, tingkat konsumsi belum mampu menyerap pasokan yang ada. 
 
Untuk meningkatkan harga kopi global, pada 2017, anggota ICO telah menyepakati Resolusi Nomor 645 untuk mendorong tingkat konsumsi kopi dunia guna menyeimbangkan tingkat pasokan dengan tingkat permintaan kopi dunia, yang nantinya diharapkan dapat menstabilkan harga. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top