LAPORAN DARI TAIWAN : Mengintip Produksi Kavalan Whisky

Perusahaan dari Indonesia ingin mengimpor wiski dari Taiwan ini, tetapi masih ada kendala pajak.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 26 September 2019  |  05:38 WIB
LAPORAN DARI TAIWAN : Mengintip Produksi Kavalan Whisky
Tumpukan tong berisi wiski di gudang pabrik Kavalan Whisky Provinsi Yilan Taiwan - Bisnis/Akhirul Anwar

Bisnis.com, YILAN - Yvonne Chou, Head of Whisky Planning and Marketing Kavalan Whisky tersenyum saat mengetahui salah satu jurnalis Asia-Pasific Media Trip  berasal dari Jakarta.

"Saya menerima email dari perusahaan di Jakarta meminta untuk impor minuman beralkohol," katanya sambil berjalan menyusuri lorong pabrik wiski Kavalan di Yilan, Taiwan, Rabu (24/9/2019) siang.

Dia lantas mengaku belum bisa memenuhi permintaan perusahaan tersebut karena ada salah satu kendala yang menurutnya cukup berat.

"Pajak. Pajak di negara Asia Timur [dan Tenggara] sangat tinggi," lanjutnya tanpa menyebut secara langsung pajak di Indonesia tinggi.

Obrolan soal permintaan impor minuman alkohol dari Jakarta pun berhenti seiring langkah kaki tiba di lokasi pembakaran tong kayu penyimpan wiski. Bagian dalam tong kayu dibakar selama satu menit sampai gosong sebelum digunakan untuk penyimpanan.

Ruang pembakaran tong kayu oak

Yvonne kemudian mengajak rombongan ke lokasi penyimpanan bahan baku wiski yakni Malt dilanjutkan menuju lokasi penyulingan untuk melihat prosesnya. "Kami 100 persen menggunakan bahan baku malt, tidak ada campuran bahan baku lain," katanya.

Pembuatan wiski yakni :

Pertama, Menggiling Malt

Malt digiling dan ditambahkan air panas untuk mengeluarkan cairan dari malt yang disebut 'wort'. Proses ini kurang lebih selama 8 jam. Faktor  keberhasilan dalam proses ini adalah menjaga temperatur dan waktu. Jika 'wort' terlalu panas atau prosesnya terlalu lama maka kualitas terganggu.


Malt

Kedua, Menambahkan Ragi

Wort kemudian didinginkan dan dipompa ke dalam bejana fermentasi dan ditambahkan ragi untuk mengubah gula di dalam wort menjadi alkohol sekaligus memberi rasa dan aroma. Total proses fermentasi selama 48 jam. Setelah itu, wort berubah menjadi cairan fermentasi yang disebut 'wash' berkadar alkohol 7,5-8,5 persen seperti bir.


Ragi

Ketiga, Penyulingan

Kavalan melakukan dua kali penyulingan yakni pertama dengan memisahkan sebagian besar alkohol dari air. Selagi penyulingan kedua, dilakukan tiga fase membuat 'foreshots, heart and feints' yang mana rasa terbaik alkohol  dikenal sebagai 'new make' dipilih dari penyulingan kedua dan diisikan ke dalam tong untuk pematangan.

Tong adalah kekuatan sakti yang mengubah 'new make' dari tak berwarna dan bersih menjadi warna wiski. Selama proses pematangan ini, alkohol akan 'menghirup' udara  melalui pori-pori kayu oak yang membuatnya lembut, kaya dalam rasa.

Proses Penyulingan

Produksi Kavalan Whisky dalam setahun mencapai 10 juta botol diekspor ke 70 negara di dunia. Pasar paling besar adalah di Eropa yakni Prancis, Inggris dan Skotlandia. Kemudian Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia seperti Malaysia, Vietnam dan Hong Kong.

Kavalan Whisky dikelola oleh  King Car Industrial Co. Ltd (King Car Group). Berdiri tahun 2005, kawan ini memproduksi Kavalan Whisky dan merupakan penyulingan Whisky pertama di Taiwan.

Sejumlah penghargaan diperolah Kavalan Whisky yakni pada tahun 2015 mendapat penghargaan dari world whiskies awards kategori world best single malt whisky. Pada 2016 World Wiskies Awards, sebagai World Best Single Cask, Single Malt. Tahun 2017 mendapatkan penghargaan Quality Award dalam ajang International Wine & Spirit Competition.

Yvonne saat ditanya soal rencana melakukan ekspansi ekspor ke Indonesia masih akan mempertimbangkan. "Nanti saya akan email anda," tutupnya di akhir tour mengunjungi pabrik Kavalan Whisky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
taiwan, minuman beralkohol

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top