ADB: Proyek Strategis Nasional Bisa Dorong Investasi

Direktur ADB Winfried Wicklein untuk Indonesia menyatakan, investasi diperkirakan akan terus membaik menjelang akhir tahun. Hal ini seiring dengan kemajuan pembangunan proyek-proyek strategis nasional untuk meningkatkan Jaringan infrastruktur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 25 September 2019  |  15:23 WIB
ADB: Proyek Strategis Nasional Bisa Dorong Investasi
ADB's Indonesia Country Director Winfried Wicklein. - Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) menilai proyek strategis nasional bisa mendorong bertambahnya investasi di Indonesia.

Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein menyatakan bahwa investasi diperkirakan akan terus membaik menjelang akhir tahun. Hal ini seiring dengan kemajuan pembangunan proyek-proyek strategis nasional untuk meningkatkan Jaringan infrastruktur.

Winfried menilai, pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia ini juga berpeluang memberikan suntikan tenaga bagi pertumbuhan kredit.

Pada 2020, investasi swasta akan terus membaik seiring dengan ekspektasi berbagai kebijakan reformasi baru untuk meningkatkan iklim usaha dan mempercepat modernisasi perekonomian.

Selain itu, belanja konsumen diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada tahun ini dan tahun depan. Kondisi ini ditopang oleh naiknya pendapatan rumah tangga, pertumbuhan lapangan kerja, dan inflasi yang rendah.

Inflasi juga memungkinkan akan tetap stabil sebesar 3,2 persen tahun ini dan 3,3 persen pada 2020 sehingga akan membantu mempertahankan momentum belanja swasta. “lnflasi inti diperkirakan akan tetap terjaga dan harga pangan juga tidak berubah,” ujarnya di The Plaza, Rabu (25/9/2019).

Meskipun terjadi perlemahan pertumbuhan di antara para mitra perdagangan sehingga mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia, Winfried memprediksi defisit transaksi berjalan masih terkendali pada 2,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini.

Namun, Winfried juga mengingatkam untuk mewaspadai potensi investasi dan pertumbuhan ekonomi yang mulai melaju diperkirakan bisa menyebabkan defisit transaksi berjalan melebar ke 2,9 persen PDB pada 2020.

Adapun sektor jasa diperkirakan akan menjaga pertumbuhan tetap tinggi didorong oleh populasi kaum muda yang terus melaju sehingga meningkatkan penggunaan jasa online.

Pada sektor industri, konstruksl kemungkinan akan diuntungkan oleh pembangunan properti perkotaan.

“Komitmen pemerintah untuk mengadopsi teknologi baru juga akan meningkatkan kemampuan manufaktur dan membawa peningkatan daya saing dalam jangka menengah,” terangnya.

Risiko eksternal terhadap proyeksi perekonomian Indonesia di antaranya adalah ketegangan perdagangan global dan melemahnya momentum perdagangan, yang harus terus diawasi.

Melemahnya investasi juga perlu menjadi perhatian dan lndonesia. Agar tetap melanjutkan Iangkah-langkah reformasi guna mendiversifikasi perekonomnannya dan bersiap meraih peluang terkait perubahan rantai pasokan global.

Dia menegaskan, ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu ADB juga terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ADB

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top