Pemerintah Harus Manfaatkan Momentum Kemajuan Teknologi untuk Dorong Ekonomi

Sri Mulyani menjelaskan negara-negara dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang pesat untuk meningkatkan perrtumbuhan ekonominya. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah negara tersebut harus siap menyongsong zaman digital.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 September 2019  |  11:34 WIB
Pemerintah Harus Manfaatkan Momentum Kemajuan Teknologi untuk Dorong Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi keynote speaker dalam The 14th Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/7). - BISNIS.COM/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kemajuan teknologi yang pesat dapat dimanfaatkan negara untuk meningkatkan ekonominya.

Hal tersebut dia ungkapkan saat memberi pidato utama dalam acara CSIS Global Dialogue di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (17/9/2019).

Sri Mulyani menjelaskan negara-negara dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang pesat untuk meningkatkan perrtumbuhan ekonominya. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah negara tersebut harus siap menyongsong zaman digital.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, lanjutnya, negara harus meningkatkan investasi untuk infrastruktur-infrastruktur pendukung teknologi. Jenis hard connectivity seperti menara pemancar atau kabel serat optik menjadi penting dalam usaha ini.

“Teknologi tidak akan bisa dinikmati saat aksesnya tidak ada. Pemerintah harus dapat memastikan kehadiran infrastruktur ini untuk meningkatkan konektivitas dan ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, pendidikan masyarakat terhadap kemajuan teknologi perlu lebih digalakkan. Pendidikan komprehensif mengenai kemajuan teknologi dan kesiapan digital akan menimbulkan pemanfaatan teknologi yang lebih bertanggung jawab dan efisien serta berdampak positif terhadap perekonomian negara.

Pemerintah juga perlu membuat kebijakan-kebijakan yang lebih inklusif. Rencana kebijakan di berbagai bidang seperti perpajakan, kesehatan serta insentif yang tepat benar agar semakin memuluskan transisi kegiatan ekonomi masyarakat dari tradisional ke sektor yang lebih modern.

“Dari sisi regional, organisasi harus lebih mempertimbangkan teknologi yang saat ini sudah ada dan yang kemungkinan akan muncul dalam perancangan perjanjian ekonomi atau yang lainnya,” jelasnya.

Sri Mulyani juga menceritakan bagaimana kemajuan teknologi juga menjadi faktor pembeda terbesar saat ia kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan 2016 lalu.

Sri Mulyani yang sebelumnya juga pernah menduduki kursi Menteri Keuangan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2005 hingga 2010 mengatakan pekerjaannya sebagai Menteri Keuangan 14 tahun lalu berbeda jauh dengan saat ini.

Kemajuan teknologi yang amat pesat membuat komunikasi dan ekspresi opini publik menjadi sangat cepat dan personal. Ia pun menganalogikan hal ini laiknya pertandingan tinju selama 24 jam penuh.

“Saat saya kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2016 lalu, saya mengatakan kepada jajaran pegawai bahwa zaman sudah berubah. Cara interaksi dan komunikasi kami juga harus berubah seiring perkembangan teknologi,” jelasnya.

Perkembangan teknologi juga menyebabkan pergeseran peran para pemangku kepentingan (stakeholder). Saat pertama kali menjabat sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani akan membawa rancangan tersebut untuk didiskusikan dengan sejumlah pihak seperti media, komunitas internasional, dan kementerian lain.

Setelah itu, ia akan membawanya ke Presiden dan Wakil Presiden dan kemudian dibahas bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kini, seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, dirinya juga harus memperhatikan opini-opini publik yang datang soal sebuah kebijakan yang dibuat. Pendapat tersebut juga dapat menjadi topik pembicaraan populer di media sosial (trending topic) yang kian menambah hal yang harus diperhatikan.

“Kemajuan teknologi membuat kesabaran publik menjadi semakin pendek. Ketika mereka mengemukakan kritik atau pendapatnya tentang sesuatu, mereka mengharapkan pemerintah atau lembaga terkait dapat menyelesaikannya dalam hitungan hari atau bahkan jam,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top