Pelabuhan Banyuwangi Bakal Jadi Pintu Ekspor Gerbong Produksi Inka

Tahun ini, PT Inka sudah mengekspor 98 unit gerbong ke sejumlah negara.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 12 September 2019  |  17:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekspor gerbong kereta api akan bisa dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi jika pembangunan pabrik PT Inka (Persero) di Banyuwangi sudah selesai.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan hal itu saat meninjau langsung pemuatan gerbong kereta tujuan ekspor ke Bangladesh di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Nantinya sinergi dengan Pelindo III untuk langsung mengirim ekspor dari Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi sehingga akan lebih efisien,” kata Rini dalam siaran pers, Kamis (12/8/2019).

Tahun ini, paparnya, PT Inka sudah mengekspor 98 unit gerbong. Menurut Rini, INKA juga sedang menjajaki pasar ekspor ke negara-negara tetangga. PT Barata pun sedang mengupayakan ekspor boogie (chasis kereta) ke Kanada.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Doso Agung pada kesempatan yang sama menambahkan, geliat ekspansi pasar oleh BUMN harus direspons oleh kesiapan infrastruktur logistik, misalnya pelabuhan.

“Peran pelabuhan dalam memberikan layanan bongkar muat yang efisien dan reliable (andal) sangat penting untuk mendukung efisiensi biaya logistik dan peningkatan daya saing produk nasional,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke lokasi workshop Heavy Machining Center, Menteri BUMN  menyaksikan penandatangan kerja sama sinergi sejumlah BUMN antara Pelindo III, PT LEN, dan PT Barata yang bekerja sama memproduksi peralatan bongkar muat peti kemas untuk lapangan penumpukan (yard crane) beserta sarana penunjangnya. 

Pelindo III juga menyepakati nota kesepahaman dengan PT Garam terkait pemanfaatan dan pengembangan Pelabuhan Veem di Tanjung Perak, Surabaya, dan terminal yang berlokasi di Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Pelindo III melalui salah satu anak usahanya, PT Pelindo Marine Service (PMS), pada kesempatan tersebut juga meresmikan sinergi dengan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (PT DPS). Kedua perusahaan itu sepakat menjajaki integrasi bisnis, mulai dari layanan perkapalan hingga jasa galangan. 

“Kerja sama yang dijalin merupakan hasil penjajakan pemanfaatan galangan sebagai tempat pemeliharaan dan perbaikan kapal. Lalu, juga dijajaki penyediaan komponen dan pengujian kapal,” papar Doso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt inka

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top