Bukalapak PHK Karyawan, Menkominfo: Strategi Internal, Bukan Tanda Kebangkrutan

Menurutnya, struktur Bukalapak bukanlah sebuah pabrik yang cenderung stabil. Startup, dalam hal ini adalah e-commerce, memiliki ritme perubahan sangat cepat mengikuti tren yang ada.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 11 September 2019  |  16:35 WIB
Bukalapak PHK Karyawan, Menkominfo: Strategi Internal, Bukan Tanda Kebangkrutan
Karyawan menunjukkan salah satu fitur di aplikasi Bukalapak. - ANTARA /Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menanggapi keputusan PT Bukalapak memberhentikan karyawannya merupakan sebuah dinamika bisnis startup.

Berdasarkan catatannya, Bukalapak telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 100 orang dari total 2.600 pegawai.

"Saya dikasih tahu ada 100 [yang di-PHK] dari 2.600 [pegawai]. Kecil itu dari dinamika bisnis startup yang perubahannya sangat cepat. Menurut saya ini hal yang wajar," katanya di Istana Negara, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, struktur Bukalapak bukanlah sebuah pabrik yang cenderung stabil. Startup, dalam hal ini adalah e-commerce, memiliki ritme perubahan sangat cepat mengikuti tren yang ada.

Namun, dia memastikan langkah manajemen untuk melakukan PHK lebih berkaitan dengan menyesuaikan strategi internal, bukannya mendekati kebangkrutan. Pasalnya, dia mengklaim pertumbuhan Bukalapak cukup pesat.

"Ini bukan karena Bukalapak mau tutup, bukan. Kalau di industri lain memang PHK, biasanya dilakukan kalau perusahannya sudah menurun kinerjanya. Ini naik tiga kali masa PHK kaya gitu," jelasnya.

Sebelumnya, Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono menyatakan Bukalapak telah tumbuh menjadi unikorn (perusahaan rintisan yang valuasinya lebih dari US$1 miliar) dalam waktu singkat.

Di skala perusahaan seperti ini,  ujarnya,  perusahaan perlu menata diri dan beroperasi sebagai perusahaan yang sudah dewasa atau grown up company. Hal ini dilakukan untuk menjamin visi perusahaan terus tumbuh sebagai perusahaan dagang-el berkelanjutan dalam jangka panjang.    

“Tentunya, sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan internal secara strategis untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bukalapak

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top