Anggaran Pembangunan Sumur Bor Naik

Anggaran pembangunan sarana air bersih melalui sumur bor di Badan Geologi Kementerian ESDM meningkat dari Rp429,08 miliar menjadi Rp554,08 miliar.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 September 2019  |  13:46 WIB
Anggaran Pembangunan Sumur Bor Naik
Warga mengambil air dari sumur sawah di Dusun Ngasem, Monggot, Gundih, Grobogan, Jawa Tengah, Senin (3/9/2018). - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA — Anggaran pembangunan sarana air bersih melalui sumur bor di Badan Geologi Kementerian ESDM meningkat dari Rp429,08 miliar menjadi Rp554,08 miliar.

Kementerian ESDM melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi akan membangun 1.000 sarana air bersih melalui sumur bor untuk masyarakat di lokasi sulit air pada 2020. Sebelumnya, sumur bor yang direncanakan dibangun pada tahun depan tersebut hanya 750 titik.

"Komisi VII DPR Rl sepakat dengan Menteri ESDM terkait pergeseran alokasi anggaran dari Ditjen Migas Kementerian ESDM sebesar Rp125 miliar kepada Badan Geologi Kementerian ESDM untuk program tambahan sumur bor sebanyak 250 titik," ujar Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu dalam Rapat Kerja antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR, Kamis (6/9/2019) malam.

Selain menyepakati tambahan alokasi anggaran untuk Badan Geologi, Komisi VII bersama dengan Menteri ESDM juga mendukung sepenuhnya pengelolaan air tanah berbasis cekungan air tanah di bawah kewenangan Kementerian ESDM.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pembangunan sumur bor memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan sangat membantu masyarakat yang kesulitan air. Setidaknya, satu sumur bor bisa melayani sebanyak 3.000 hingga 4.000 jiwa, tergantung daerahnya masing-masing. 

Dengan perhitungan tersebut, satu jiwa bisa mendapatkan 60 liter air bersih. 

"Masyarakat mungkin tidak terlalu masalah jika tidak ada PJU [penerangan jalan umum, tapi kalau tidak ada air bersih ini merupakan tantangan yang besar sekali. Badan Geologi harus menduplikasi kemampuan untuk bisa membangun 1.000 titik sumur bor dalam satu tahun, yang artinya Badan Geologi harus menyelesaikan tiga sumur bor setiap hari di tiga lokasi," katanya.

Pusat Air Tanah Dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM telah melakukan program pengadaan sarana air bersih melalui sumur bor untuk masyarakat sejak 2005. Hingga 2018, telah terbangun sebanyak 2.290 unit sumur bor dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun dan dapat melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa.

Pada 2019, Kementerian ESDM akan membangun 650 unit sumur bor di seluruh Indonesia yang tersebar di 33 provinsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian esdm, air bersih

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top