Kemarau Jadi Berkah bagi Petani Buah Tropis

Musim kemarau yang berkepanjangan dan diperkirakan berlangsung hingga September rupanya justru menguntungkan bagi komoditas buah-buahan tropis. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 05 September 2019  |  09:45 WIB
Kemarau Jadi Berkah bagi Petani Buah Tropis
Pedagang menata pisang dagangannya di Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (19/5). - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Musim kemarau yang berkepanjangan dan diperkirakan berlangsung hingga September rupanya justru menguntungkan bagi komoditas buah-buahan tropis. 

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman mengatakan tanaman pohon seperti mangga, durian, manggis, pisang, dan rambutan, pada musim ini, tengah memasuki fase berbunga dan berbuah. 

“Idealnya buah tropis butuh kemarau 2 bulan. Jadi, kemarau itu sebetulnya berkah. Sekarang dipastikan buah-buahan panen raya,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/9/2019). 

Pada saat kemarau, buah-buahan tropis, misalnya pisang biasanya dalam satu pohon bisa menghasilkan 20 kilogram (kg) atau 1 ton dalam hamparan kebun seluas 1 hektare (ha). Dalam setahun, pisang bisa 3 kali masa panen. 

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyafak Fauzi menyatakan hal serupa. Pada kemarau, buah-buahan tropis tumbuh subur dan menghasilkan buah yang manis, seperti mangga yang bisa dibilang produksinya meningkat di kemarau ini. 

Bahkan di Jawa Timur, buah ini akan memasuki puncak panen raya pada dua pekan ke depan. Peningkatan produksi ini juga disertai peningkatan permintaan ekspor, terutama dari negara Timur Tengah seperti United Arab Emirates, Saudi Arabia, Oman, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. 

“Produksinya yang jelas meningkat, permintaannya banyak, terkadang kami kewalahan,” tuturnya. 

Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melepas 6 ton mangga harumanis asal Jawa Timur ke Singapura dengan total nilai sebesar Rp174,4 juta di Depo Jangkar Surabaya. Diketahui, pasar mangga Indonesia yakni Singapura, Rusia, United Arab Emirates, Saudi Arabia, Malaysia, Oman, Bahrain, Qatar, Kuwait, Hong Kong, dan Amerika Serikat. 

Tak hanya, itu Kementan juga tengah berupaya membuka keran ekspor produk buah, seperti nanas dan manggis, ke Argentina dan negara-negara Amerika Latin lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemarau, hortikultura

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top