Kemenperin : Pengusaha Tekstil China Enggan Gandeng Pengusaha Lokal

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori menyatakan saat ini pengelolaan tekstil dan sepatu dari China menjamur masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 04 September 2019  |  16:01 WIB
Kemenperin : Pengusaha Tekstil China Enggan Gandeng Pengusaha Lokal
Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Kementerian Perindustrian Muhdori (tengah) bersama Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (kedua kanan) mengamati mesin tekstil, seusai membuka pameran Indo Intertex 2018, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengusaha tekstil dan sepatu asal China dipandang paling sulit bekerja sama dengan pengusaha manufaktur asal Indonesia.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori menyatakan saat ini pengelolaan tekstil dan sepatu dari China menjamur masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Tapi enggan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri," ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (4/9/2019). 

Bila kondisi tersebut terjadi terus, dia memprediksi industri manufaktur dalam negeri akan terdistorsi. 

Pada masa mendatang, Muhdori menegaskan tekstil dan alas kaki perlu masuk prioritas dalam akses pembiayaan. Dia menilai sektor ini menjanjikan untuk potensi ekspor tinggi dan membantu mempersempit defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Dia menilai tekstil dan alas kaki tetap bisa bertaham meski kondisi perekonomian global melesu. Permintaan alas kaki tak turun khususnya di Amerika dan Eropa utamanya pada musim dingin. "Kemenperin akan mengikuti seluruh saran dari berbagai pihak agar tidak ada ego sektoral," terangnya.

Saat ini, Muhdori menambahkan untuk mendorong ekspor alas kaki dan tekstil, pemerintah juga harus segera memperbaiki iklim investasi.

Dia juga berharap kebijakan industri berbasis agro, logam, dan kimia hingga aneka industri pada 2020-2024 akan diselaraskan oleh BI bersama Kadin agar pertumbuhan industri manufaktur lebih optimistis. Utamanya karena sudah ada pemanfaatan digital dan penambahan kapasitas sumber daya manusia (SDM). 

Dia pun optimistis 5 tahun ke depan target pertumbuhan manufaktur menyentuh 7,3 persen bisa tercapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur, china

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top