LAPORAN DARI IRLANDIA : Belajar Menjaga Ladang Tetap Menghidupi

Bord Bia, Badan Pangan Irlandia yang berada di bawah koordinasi Departemen Pertanian, Pangan dan Kelautan, memprediksi bahwa teknan Brexit kepada Irlandia belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 03 September 2019  |  15:22 WIB
LAPORAN DARI IRLANDIA : Belajar Menjaga Ladang Tetap Menghidupi
Director of Markets Bord Bia Irlandia Ailish Forde. BISNIS / Yusuf Waluyo Jati

Di tengah upaya serius mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan, ekonomi Irlandia diguncang keputusan Inggris Raya yang keluar dari Uni Eropa (Brexit). Akibatnya, tekanan politik Inggris kepada negeri di pesisir barat Eropa ini semakin kuat. Merosotnya ekspor hingga pelemahan ekonomi mulai menjadi ancaman serius.

Bord Bia—Badan Pangan Irlandia yang berada di bawah koordinasi Departemen Pertanian, Pangan dan Kelautan—juga memprediksi bahwa teknan Brexit kepada Irlandia belum akan berakhir dalam waktu dekat. Dengan demikian, keadaan ini bisa terus menjadi momok kelangsungan program pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Andai saja tekanan Brexit terus terjadi, penurunan ekspor dan gangguan di sektor produksi pangan dapat merugikan industri Irlandia dari hulu ke hilir. Di hulu, para petani dan peternak akan kesulitan memasarkan hasil-hasil produksinya.

Padahal, pada waktu yang sama, Irlandia tengah sibuk mengoptimalkan Origin Green, yaitu program nasional ketahanan pangan yang berkelanjutan. Program ini mendorong para peternak di Irlandia, produsen, peritel, sektor jasa di industri makanan dan minuman, membuat target yang terukur dan berkelanjutan.

Beberapa program itu di antaranya adalah mengurangi secara signifikan dampak negatif proses produksi pangan terhadap lingkungan, melayani komunitas petani dan peternak lokal dengan lebih efektif serta melindungi kekayaan sumber daya alam Irlandia.

Di bawah Piagam Origin Green Sustainability Charter, produsen makanan dan minuman Irlandia membuat komitmen keberlanjutan pada empat wilayah kunci yaitu sumber bahan baku, proses produksi, kesinambungan sosial, serta kesehatan dan nutrisi.

Kesinambungan produksi yang prolingkungan berlaku di semua rantai pasokan, sehingga tak hanya berlaku di sektor manufaktur, tetapi dimulai dari yang paling hulu yaitu pertanian dan peternakan (on farm).

Pertanian di Irlandia tengah disorot dan dimonitor oleh pemerintah dari berbagai hal, mengingat negeri kecil ini menjadi salah satu lumbung pangan dunia terutama untuk produk berbasis pengolahan susu (dairy).

Bord Bia mencatat, dari total produksi tahunannya, sekitar 15% dairy products Irlandia cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan domestik, sehingga 85% sisanya untuk pasar global.

Dengan demikian, proses produksi berkesinambungan di tingkat on farm sangat diperlukan agar tingkat efektivitas, efisiensi, pengelolaan lingkungan, dan volume produksi tetap terjaga dengan baik.

Tara McCarthy, CEO Bord Bia, dalam keterangannya menjelaskan bahwa meski Irlandia adalah negara kecil di Eropa barat, negara ini adalah produsen pangan utama dengan pasar lebih dari 180 negara.

Tak seperti negara eksportir susu lainnya, ujar McCarthy, produk susu dan olahan Irlandia dihasilkan dari padang rumput yang terhampar luas di penjuru negeri, yang dikelola para keluarga peternak skala kecil. Menurutnya, saat ini ada sekitar 18.000 peternakan sapi dengan rerata sekitar 80 sapi setiap peternakan.

“Irlandia dan Indonesia adalah dua negara yang saling berjauhan, berbeda dengan banyak hal, tetapi kita sama dalam satu pemahaman bahwa keamanan pasokan pangan (security of supply) adalah kunci pertumbuhan dan kesuksesan,” tuturnya.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : irlandia
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top