Pangan Masih Sumbang Inflasi, Kemarau Panjang Perlu Antisipasi 

Bank Indonesia menyebut inflasi Indeks Harga Konsumen Agustus 2019 tercatat 0,12 persen (month to month), turun dari level bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm). Hal itu dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga serta deflasi pada kelompok volatile food dan kelompok administered prices.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 03 September 2019  |  09:35 WIB
Pangan Masih Sumbang Inflasi, Kemarau Panjang Perlu Antisipasi 
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menyebut inflasi Indeks Harga Konsumen Agustus 2019 tercatat 0,12 persen (month to month), turun dari level bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm). Hal itu dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga serta deflasi pada kelompok volatile food dan kelompok administered prices.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyatakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2019 terkendali.

Onny menyebutkan dengan perkembangan tersebut inflasi IHK Agustus 2019 secara tahunan tercatat 3,49 persen (year on year/yoy), sedikit lebih tinggi dari angka inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,32 persen (yoy). 

"Ke depan Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil di tengah tantangan gangguan cuaca akibat kemarau panjang yang diperkirakan dapat berdampak pada pasokan bahan pangan," terang Onny melalui siaran pers, Selasa (3/9/2019).

Seperti diketahui, inflasi 2019 diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5±1 persen dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1 persen pada 2020. Sepanjang 2019, inflasi inti tetap terjaga, meskipun angka bulanan sedikit meningkat dibandingkan dengan level inflasi bulan sebelumnya. 

Inflasi inti tercatat sebesar 0,43 persen (mtm) pada Agustus 2019, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,33 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,30 persen (year on year), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi inti bulan lalu sebesar 3,18 persen (yoy). 

Onny menerangkan bahwa peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan sebesar 3,97 persen (mtm) atau 12,64 persen (yoy) sejalan dengan kenaikan harga komoditas emas global, serta kenaikan biaya pendidikan, tarif sewa rumah, dan tarif rumah sakit. 

Sementara itu, perkembangan harga barang lain di kelompok inflasi inti tetap terkendali ditopang konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Secara lebih rinci, kelompok volatile food tercatat deflasi sejalan dengan pasokan pangan yang memadai. Kelompok volatile food pada Agustus 2019 mencatat deflasi 0,25 persen (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi 0,89 persen (mtm) pada bulan sebelumnya. Deflasi volatile food terutama didorong oleh penurunan harga komoditas bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, dan sayur-sayuran. 

Sementara itu, komoditas aneka cabai, ikan segar, dan kentang mencatat inflasi. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 5,96 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,90 persen (yoy).

Sementara kelompok administered prices kembali mencatat deflasi seiring dengan penurunan tarif angkutan udara. 

Kelompok administered prices pada Agustus 2019 mencatat deflasi sebesar 0,40 persen (mtm), sedikit lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,36 persen (mtm). 

Deflasi kelompok administered prices terutama disebabkan koreksi tarif angkutan udara, khususnya maskapai berbiaya murah, sejalan dengan pola musiman penurunan permintaan.

Secara tahunan, perkembangan inflasi kelompok administered prices tercatat 1,87 persen (yoy) pada Agustus 2019 atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,22 persen (yoy).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, indeks harga konsumen

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top