Resesi Ekonomi, Frasers Residence Tetap Ekspansif di Singapura

Gejala resesi ekonomi ternyata tak membuat Frasers Property Group menolak ekspansi membuka service apartement untuk ekspatriat di Singapura.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 September 2019  |  23:47 WIB
Resesi Ekonomi, Frasers Residence Tetap Ekspansif di Singapura
Ilustrasi properti mewah di Singapura. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Gejala resesi ekonomi ternyata tak membuat Frasers Property Group menolak ekspansi membuka service apartement untuk ekspatriat di Singapura.

Ekonomi AS dan China terindikasi resesi. Pada 2018, IMF menyebut China mengekspor US$481 miliar ke AS. Sementara AS mengekspor US$120 miliar ke China dari total US$601 miliar. Pengenaan tarif 25% diberikan bagi produk ekspor China senilai US$250 miliar telah memperparah perang ini.

AS juga melanggar kerja sama yang disepakati di Jepang pada Juni lalu dengan mengumumkan lagi AS akan mengenakan 10% tarif bagi semua produk impor China senilai US$300 miliar mulai 1 September.

Berdasarkan data dari Colliers International kondisi ketegangan perang dagang AS-China ini telah memberi dampak pada bisnis properti dan bisnis sewa perkantoran di Asia khususnya di China Selatan. Pasar properti sektor perkantoran yang paling terkena imbas perang dagang adalah di Beijing dan Shanghai.

Meski secara umum pasar properti dalam pasar domestik Asia terpantau stabil, peningkatan bunga dari Singapura dan Korea Selatan pada pasar properti global menyebabkan tensi dagang lintas negara dari Asia ke global dan sebaliknya semakin berat.

Frasers Property, perusahaan properti asal Singapura dengan total aset S$33,6 miliar sampai dengan 30 Juni 2019 ini masih berani melakukan ekspansi.

"Kami buka sekarang di Singapura lagi setelah sebelumnya di China, China, dan China," ujar Clara Beng, dalam sambutannya pada Grand Opening Fraser Residence Orchard.

Clara Beng yang merupakan General Manager Fraser Suites Singapore menyebut perusahaan ini telah banyak membuka bisnis properti di Asia, Africa, Eropa, dan Australia dengan total 70 kota. Adapun total produk Fraser Property saat ini mencapai 140, dan yang paling banyak tersebar di daratan China.

Clara menjelaskan sejak berdiri pada 1998, Frasers Property telah membuka enam apartemen sewa di Singapura yakni Fraser Place Robertson Walk, Fraser Residence Singapore, Fraser Suites Singapore, Changi City, lalu Capri by Fraser yang berlokasi di China Square Singapura dan kini Frasers Residence Orchard.

Dalam pantauan Bisnis, ada dua produk yang ditawarkan Fraser Property tahun ini, yakni Fraser Residence Singapore yang terletak di Orchard, jantung bisnis Singapura, dan satu lagi Capri by Fraser di China Square.

Clara menyebut Fraser Residence didesain untuk kalangan ekspatriat yang memiliki tujuan khusus tinggal di Singapura. Umumnya adalah para pebisnis, investor, maupun birokrat lintas negara. Sementara Capri by Fraser membidik kaum milenial di Singapura. Alhasil lokasi proyek hingga desain interior dibuat sederhana dan instagramable bagi milenial.

"Di Fraser Residence Orchard kami mengupayakan agar penghuni bisa menikmati semua fasilitas dan merasa aman dan nyaman bersama keluarga," ujar Clara.

Beberapa fasilitas penunjang yang ditawarkan dari Fraser Residence Orchard antara lain stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di Orchard Station, serta banyak pusat perbelanjaan Orchard Road yang bisa dilalui dengan hanya berjalan kaki selama 5 menit. Begitu pula dengan jenis fasilitas dalam kamar yang berjumlah sekitar 250 ruangan dari one bed room, two bed room, three bed room, sampai dengan penthouse. Semua jenis ruangan telah dilengkapi ruang dapur, kamar tidur, dan kamar mandi.

Selain itu semua penghuni juga diperkenankan mengakses kolam renang, ruang makan, tempat gym, taman dan kebun, hingga arena bermain untuk anak-anak.

Head of Sales and Marketing Frasers Hospitality Rina Goh menyatakan rata-rata para penghuni Fraser Residence adalah pekerja yang membawa keluarga. Umumnya mereka adalah penghuni jangka panjang yang menyewa apartemen dalam 1 bulan, 6 bulan, sampai 1 tahun.

Adapun biaya sewa di Fraser Residence Orchard untuk 1 bulan saja untuk studio sekitar Sin$235 atau setara dengan Rp2,4 juta per hari. Sementara untuk one bed room yang dilengkapi akses sarapan pagi setiap hari mencapai Sin$400 atau setara dengan Rp4,1 juta per hari.

"Rata-rata masih sekitar Sin$200 dolar per malamnya. Begitu pula di unit serviced apartemen kami lainnya," kata Rina.

Mengenai keterisian, Rina menyebut pangsa pasar apartemen sewa di Singapura masih cukup tinggi. Ini terbukti dengan tetap konsistennya Frasers melakukan ekspansi dan memberikan penawaran baru kepada calon penghuni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, singapura

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top