Mustika Land Joint Venture Bangun Kawasan Hunian di Sukamulya

Pengembang Mustika Land Group menjalin kerja sama dengan perusahaan investasi properti asal Jepang, Creed Group untuk mengembangkan kawasan hunian terpadu yang terletak di wilayah Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Bekasi.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 01 September 2019  |  00:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang Mustika Land Group menjalin kerja sama dengan perusahaan investasi properti asal Jepang, Creed Group untuk mengembangkan kawasan hunian terpadu yang terletak di wilayah Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Bekasi.

komitmen tersebut diimplementasikan dengan menggelar penandatanganan kerjasama atau Joint Venture Signing antara PT Eka Surya Mustika, anak usaha Mustika Land Group dan Creed Group.

Adapun, Penandatanganan kerja sama sendiri digelar di Marketing Gallery MVS, Bekasi Sabtu (31/8), yang diwakili oleh Direktur Utama Mustika Land, David Sudjana dan pihak Creed Group yang diwakili oleh Mr. Toshihiko Muneyoshi, Founder dan Managing Director Creed Group.

Direktur Utama Mustika Land, David Sudjana mengatakan, kerjasama yang dilakukan adalah wujud komitmen Mustika Land untuk menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau di Cikarang-Bekasi. 

“Saya melihat ada keselarasan visi dari Mustika Land dan Creed Group untuk membangun perumahan yang dapat memenuhi harapan konsumen untuk mendapatkan hunian yang aman, nyaman, dan tentunya memiliki prospek ke depan,” tuturnya Sabtu, (31/8/2019).

David Sudjana menuturkan, melalui perjanjian kerjasama tersebut, kedua pihak sepakat membentuk perusahaan joint venture untuk mengembangkan kawasan landed residentials dan commercial unitsdengan konsep hunian berwawasan lingkungan di atas lahan seluas total 35 hektar bertajuk Mustika Sukamulya dengan total nilai investasi sebesar Rp110 miliar.

Kawasan hunian Mustika Sukamulya dibangun di atas total lahan seluas 35 hektar. Di lahan tersebut nantinya akan dikembangkan kurang lebih 3300 unit rumah berbagai type, mulai dari 27/60 (Type Magnolia) dengan harga mulai dari Rp 150 juta-an dan type 30/60 (Type Marigold) dengan harga mulai dari Rp190 juta-an.

Sementara, unit lainnya berupa shophouse sebagai pendukung kawasan perumahan ini. Sebagai kawasan hunian berwawasan lingkungan, Mustika Sukamulya akan dilengkapi dengan taman hijau seluas 3000 m2, danau resapan seluas 4600 m2, fasilitas pengolahan air bersih (WTP), lebar jalan utama (ROW) 14 m serta keamanan 24 jam.

"Mustika Sukamulya dirancang dengan sangat seksama untuk menerapkan keseimbangan antara komunitas sosial dan ekosistemnya. Kami menyebutnya hunian asri berkonsep SAFE atau Smart, Active, Fun dan ECO,” sebut David.

Sebagai kawasan hunian, Mustika Sukamulya juga berada di lokasi yang sangat strategis karena memiliki kemudahan akses transportasi, antara lain, melalui jalan Tol Jakarta Cikampek, sekitar 20 menit dari stasiun KRL Cikarang (DDT), 20 menit dari rencana pintu tol Cibitung- Cilincing, LRT, MRT serta moda Hi Speed Train 36,84KM Elevated Toll Way Jakarta – Cikampek II. 

“Yang menarik, kawasan hunian ini juga merupakan investasi potensial karena pertumbuhan penduduk yang sangat massif dibanding wilayaoh lainnya. Sebagai contoh, kawasan Bekasi saat ini memiliki jumlah pertumbuhan penduduk sebesar 99 ribu per tahun atau setara dengan 3% pertumbuhan tahunan yang akan menciptakan kebutuhan perumahan cukup besar sehingga meningkatkan permintaan pasar yang besar pula,” jelas David Sudjana.

Seperti diketahui, Cikarang saat ini telah menjelma sebagai salah satu kawasan sunrise di Timur Jakarta. Hal ini seiring meningkatnya jumlah industri di Cikarang yang tersebar di 7 kawasan industri, seperti; Jababeka, Bekasi Fajar, Delta Silicon (Lippo Cikarang), Kota Deltamas, MM2100 Industrial Town, EJIP, BIIE (Hyundai) serta pabrik mobil murah SAIC GM WULING (SGMW) yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Mas Cikarang.

Meningkatnya perusahaan-perusahaan multinasional yang berinvestasi di kawasan Bekasi, khususnya Cikarang, secara tidak langsung membuat banyak pekerja baik lokal maupun ekspatriat yang memilih bekerja dan tinggal di wilayah yang dekat dengan kawasan industri terbesar di Indonesia tersebut. Bahkan, dalam kondisi teraktual,  jumlah para pekerja ekspatriat terus meningkat tajam hingga mereka membentuk komunitas di Cikarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, hunian

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top