Laba Pertamina Mendekati Rp10 Triliun

PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar US$660 juta atau Rp9,4 Triliun pada semester I/2019 meningkat sekitar 112% dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$311 juta atau Rp4,4 Triliun
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  21:34 WIB
Laba Pertamina Mendekati Rp10 Triliun
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar US$660 juta atau Rp9,4 Triliun pada semester I/2019 meningkat sekitar 112 persen dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$311 juta atau Rp4,4 Triliun.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N. Mansury mengatakan kenaikan laba bersih ini terutama dipicu oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. 

Penurunan beban ini salah satunya didorong oleh harga rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) pada semester 1/2019 yang tercatat turun sekitar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Dengan menurunnya ICP, kita juga mengalami penurunan pendapatan dari sektor hulu 3%, tapi beban pokok penjualan turun 6 persen," tuturnya, Senin (26/8/2019).

Kinerja laba, didukung volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) tercatat meningkat pada semester pertama 2019 sebesar 34,1 juta KL dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 33,9 juta KL.

Untuk penjualan produk non-BBM juga mengalami peningkatan dari periode sebelumnya sebesar 7,9 juta KL menjadi 8,3 juta KL.

Selain itu, peningkatan kinerja keuangan juga datang dari penurunan impor minyak mentah sebagai dampak dari penyerapan minyak mentah domestik yang semakin meningkat. Sampai dengan akhir Juli 2019, total kesepakatan pembelian minyak mentah dan kondensat dari KKKS domestik mencapai 123.600 barel per hari.

Dengan demikian, marjin juga menjadi lebih baik di kisaran 14 persen untuk Gross Profit Margin dan 8 persen untuk Operating Profit Margin. Peningkatan kinerja ini juga tercermin dari arus kas bersih dari aktivitas operasi yang makin kuat yaitu US$1,57 miliar atau meningkat 2 kali lipat dari posisi semester I/2018 sebesar US$756 juta.

Di sisi kinerja operasional hulu, produksi minyak mentah Pertamina naik menjadi 413.000 barel minyak per hari (BOPD), atau lebih tinggi dibandingkan dengan semester I/2018 sebesar 385.000 BOPD. 

Pahala juga optimistis dapat meraih target laba bersih senilai US$2 miliar pada akhir tahun, jika ICP bertahan di kisaran US$63 per barel.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, laba, harga minyak mentah

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top