Lahan Rawa Berpotensi Topang Kebutuhan Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) melirik potensi lahan rawa untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah alih fungsi lahan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  19:32 WIB
Lahan Rawa Berpotensi Topang Kebutuhan Pangan
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Pertanian (Kementan) melirik potensi lahan rawa untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah alih fungsi lahan.

Berdasarkan data Badan Litbang Pertanian Kementan, potensi lahan rawa untuk kegiatan pertanian mencapai 9,9 juta hektare (ha). Angka tersebut tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan total lahan sawah yang digarap petani di seluruh Indonesia seluas 12,65 juta ha.

"Jadi, sudah sepatutnya kita mulai mengelola lahan rawa dengan baik dan saat ini pemerintah serius dalam menata lahan rawa ini," ujar Kepala Sub Direktorat Padi Irigasi dan Rawa Ditjen Tanaman Pangan Kementan Mulyono, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, jika lahan rawa tersebut dikelola dengan baik, Indonesia bakal memiliki lahan pertanian yang sangat luas sehingga bisa menopang kebutuhan pangan dalam negeri. 

"Dengan demikian, kita bisa menggapai cita-cita menjadi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Ilfantria mengatakan selaku pemerintah daerah, pihaknya mendukung semua program dan kegiatan yang dicanangkan pemerintah pusat, khususnya dengan adanya program selamatkan rawa sejahterakan petani (rawa serasi).

"Petani lahan rawa di wilayah kami sangat terbantu sehingga harapan kami, kami dapat ikut menyumbang terhadap produksi padi nasional di tahun ini," tutur Ifantria.

Kata dia, panen padi pada lahan rawa di Telang, Sumatra Selatan, jumlahnya mencapai 7 sampai 8 ton gabah kering giling (GKG) per ha. Hasil panen tersebut diperoleh melalui pengelolaan yang baik oleh para petani, baik pengelolaan infrastruktur maupun sarana yang memadai, serta penguasaan petani terhadap inovasi teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top