Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Struktur Industri Garam Lokal Harus Diperkuat

Struktur industri garam lokal perlu diperkuat dari hulu hingga hilir agar produk lebih berdaya saing.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  12:17 WIB
Petani memilah hasil produksi garam lokal - ANTARA
Petani memilah hasil produksi garam lokal - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Struktur industri garam lokal perlu diperkuat dari hulu hingga hilir agar produk lebih berdaya saing.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan bahwa peningkatan kualitas garam lokal perlu didukung peningkatan investasi untuk memperkuat struktur industrinya dari hulu sampai hilir.

“Jadi, ada beberapa tier, mulai dari petani garam, industri pengolah garam, hingga sektor industri penggunanya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/8/2019).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan agar garam lokal dapat terserap sesuai kebutuhan dunia industri diperlukan peningkatan produktivitas dan kualitas garam melalui investasi.

“Seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, Indonesia memerlukan investasi yang cukup besar dalam upaya peningkatan kualitas garam lokal,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya investasi masuk akan terjalin sinergi antara sektor industri dengan para petani garam. Di lahan garam desa Nunkurus, Kupang, NTT, yang merupakan wilayah penghasil garam, sudah masuk investasi senilai Rp110 miliar.

Sinergi tersebut, katanya, akan meningkatkan kesejahteraan para petani garam dalam negeri, sekaligus menjamin ketersediaan garam sebagai bahan baku dan bahan penolong bagi sektor industri. Upaya ini juga dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.

Airlangga optimistis NTT berpotensi untuk menjadi produsen garam industri nasional dan dapat menjadi substitusi impor. “Dengan mengganti garam industri impor, pemerintah akan menghemat devisa,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam rakyat
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top