Setelah AP I, Giliran AP II Bidik Pengelolaan 16 Bandara di Afrika

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menjelaskan sebagai tahap awal perseroan telah mengidentifikasi tujuh bandara potensial untuk program pengelolaan bandara yakni di Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Maroko, dan Aljazair.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  18:42 WIB
Setelah AP I, Giliran AP II Bidik Pengelolaan 16 Bandara di Afrika
Kepala KSP Moeldoko memberikan Penghargaan Manajemen Informasi Arus Mudik 2019 kepada President Director AP II Muhammad Awaluddin di Bina Graha, kawasan Sekretariat Negara. - Dok. Angkasa Pura II

Bisnis.com, JAKARTA--PT Angkasa Pura II (Persero) sedang membidik 16 bandara di Benua Afrika terkait dengan proyek pengelolaan bandara dan proyek kontruksi.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menjelaskan sebagai tahap awal perseroan telah mengidentifikasi tujuh bandara potensial untuk program pengelolaan bandara yakni di Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Maroko, dan Aljazair.

Adapun, untuk proyek kontruksi terdapat sembilan bandara yang dinilai potensial yakni di Mesir, Ethiopia, Angola, Tanzania, Sudan, Afrika Selatan, Rwanda, Burkina Faso, dan Zambia.

"Kami ingin membagi pengalaman dalam mengelola dan mengembangkan bandara kepada negara-negara di Afrika," kata Awaluddin, Selasa (20/8/2019).

Pada program capacity building, AP II akan membantu negara-negara Afrika untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pemanfaatan peralatan, dan sumber daya lainnya dalam pengelolaan bandara.

Sementara itu, keterlibatan dalam pembangunan bandara di sisi darat (land side) dan sisi udara (air side) guna mendukung bisnis aeronautika dan non aeronautika akan difokuskan pada construction project investments.

Dia menilai sektor kebandarudaraan di Benua Hitam tersebut sedang berkembang dengan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 7 juta orang. Adapun, berdasarkan data dari Centre for Aviation (CAPA), nilai investasi untuk bandara baru di sana mencapai rata-rata US$25 miliar.

AP II turut berpartisipasi dalam forum Indonesia – Africa Infrastructure Dialogue yang berlangsung di Bali pada 20-21 Agustus 2019. Forum ini bertujuan mempererat hubungan Indonesia dengan 53 negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur.

Forum tersebut dinilai merupakan ajang tepat untuk menjajaki peluang bisnis di pasar yang baru. AP II sebagai pengelola bandara memiliki kelebihan yang dirangkum ke dalam 3E yaitu Experience, Expertise dan Expansion, sehingga mampu menggarap pasar global secara optimal.

Dalam hal experience, AP II telah memiliki pengalaman selama 35 tahun mengelola bandara dan kini membawahi 16 bandara di Indonesia. Pada tahun lalu, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 115 juta orang.

Terkait dengan expertise, pengelola bandara di wilayah Barat Indonesia ini telah melakukan sejumlah inovasi termasuk dalam hal digitalisasi layanan di bandara dan kepada traveler pada saat pre-journey, on-journey dan post-journey.

Di sisi lain, juga memiliki keahlian di dalam memperluas konektivitas penerbangan di bandara-bandara guna mempercepat pertumbuhan pariwisata dan perekonomian setempat.

Kemudian dari sisi expansion, Awaluddin menjelaskan telah berhasil melakukan berbagai pengembangan infrastruktur seperti pembangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan beberapa terminal baru di Bandara Supadio Pontianak, Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, dan lain sebagainya.

Dia juga menjadi operator bandara yang pertama di Indonesia dengan menghadirkan moda transportasi publik yang bisa dioperasikan tanpa awak yakni kereta layang atau Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami ingin memperluas pasar ke negara lain sehingga nantinya tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga membawa harum nama negara di tingkat global," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkasa pura ii, bandara soekarno-hatta

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top