Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi : Indonesia Harus Waspada Perlambatan Ekonomi Global

Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah harus waspada terhadap pelemahan ekonomi dunia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  14:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah harus waspada terhadap pelemahan ekonomi dunia.

Dalam Pidato Nota Keuanganm Presiden Joko Widodo mengatakan tantangan ekonomi ke depan makin berat dan makin kompleks. Dia menjelaskan ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian.

Ada beberapa emerging market sedang mengalami krisis, dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif.

"Kita juga menghadapi tantangan perang dagang. Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti yuan-China dan Peso-Argentina, membuat kita harus waspada. Waspada," jelas Jokowi di DPR, Jumat (16/8/2019).

Oleh sebab itu, Jokowi menyatakan saat negara-negara lain ekonominya melambat, ekonomi Indonesia harus mampu tumbuh.

"Situasi krisis harus kita balik sebagai peluang, kita harus jeli. Kita manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk Indonesia Maju," jelasnya.

Salah satu kunci kata Jokowi adalah dengan terus meningkatkan daya saing nasional, dengan bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang berkualitas. Ini merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis digital.

Berbagai program pembangunan SDM kita siapkan, untuk memastikan bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan.

"Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nota Keuangan
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top