Enam Perusahaan Perikanan dalam Tahap Penilaian Sertifikasi MSC

Sebanyak Enam perusahaan perikanan yang memiliki basis usaha di Indonesia bagian timur dilaporkan tengah menjalani proses penilaian untuk memperoleh sertifikasi praktik perikanan berkelanjutan berskala global oleh Marine Stewardship Council (MSC).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  18:51 WIB
Enam Perusahaan Perikanan dalam Tahap Penilaian Sertifikasi MSC
Seorang nelayan di Lampuuk, Banda Aceh, memanggul ikan tuna. - Reuters/Tarmizy Harva

Bisnis.com, JAKARTA Sebanyak Enam perusahaan perikanan yang memiliki basis usaha di Indonesia bagian timur dilaporkan tengah menjalani proses penilaian untuk memperoleh sertifikasi praktik perikanan berkelanjutan berskala global oleh Marine Stewardship Council (MSC).

Program Consultant MSC Asia Hirmen Syofyanto menyebutkan keenam perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang tergabung dalam asosiasi tuna long line dan hand line. Salah satunya adalah PT Artha Samudra yang beroperasi di Pulau Buru, Maluku.

"Sekarang ada perusahaan yang sedang dalam proses assessment [evaluasi] untuk sertifikasi di Pulau Buru dengan PT Artha Samudra untuk ikan tuna. Lantas beberapa perikanan dengan beberapa asosiasi tuna long line dan hand line di Indonesia Timur juga ada beberapa, sekitar enam yang akan dinilai," kata Hirmen di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Hirmen menjelaskan PT Artha Samudra mengajukan sertifikasi untuk dua standar yang ditetapkan oleh MSC, yakni sertifikasi pada aspek proses penangkapan sampai pendaratan (fisheries certificate) dan dari aspek pendaratan sampai ke pembeli (chain of custody).

"Sekitar enam [perusahaan] ini kemungkinan besar mengambil dua-duanya karena asosiasi tuna ini terdiri dari sekitar 20 perusahaan yang sebagian besar dari mereka ini menangkap dan mengolahnya," terang Hirmen.

Sejauh ini, tercatat baru ada satu perusahaan perikanan Indonesia yang meraih sertifikat MSC, yakni PT Citraraja Ampat Canning (CRAC). Perusahaan yang berbasis di Sorong tersebut menjalankan bisnis perikanan tuna sirip kuning dengan kapal perikanan gandar (pole and line).

Untuk volume tuna yang telah tersertifikasi, Hirmen mengungkapkan jumlahnya mencapai 2.647 ton untuk jenis cakalang dan 543 ton tuna sirip kuning.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, nelayan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top