Dorong Pertumbuhan Bisnis, Tinkerlust Segera Rilis Fitur Sewa

Tinkerlust menawarkan layanan penjualan produk fesyen bekas bermerek.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  20:06 WIB
Dorong Pertumbuhan Bisnis, Tinkerlust Segera Rilis Fitur Sewa
Co-founder dan CEO Tinkerlust Shamira Shihab saat ditemui di sela-sela Exabytes eCommerce Conference 2019, di Jakarta, Rabu (14/8/2019). - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA — Tinkerlust, platform dagang-el produk fesyen bekas bermerek, berencana merilis fitur sewa dan berlangganan dalam waktu dekat guna mendorong pertumbuhan bisnis.
 
Co-founder dan CEO Tinkerlust Shamira Shihab menyatakan fitur sewa akan membantu konsumen menggunakan barang yang mereka sukai tanpa harus membelinya. Fitur ini muncul berdasarkan kebutuhan penggunannya yang mulai menyadari gaya hidup dan tren fesyen minimalis.
 
“Rencananya akan kami rilis September 2019. Kami melihat market kayaknya sudah lumayan aware dengan minimalist fashion. Mereka tetap bisa pakai barang sesuai keinginan mereka tanpa membelanjakan terlalu banyak uang,” ujarnya di sela-sela Exabytes eCommerce Conference 2019, di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
 
Pengguna yang ingin menikmati layanan sewa akan diminta untuk mengisi kuis yang menggambarkan personalisasi dan karakter fesyen mereka. Setelah itu, mereka akan diberi rekomendasi produk yang dapat disewa sekali pakai ataupun secara berlangganan.
 
Kehadiran fitur sewa disebut bakal melengkapi layanan yang telah ada sekaligus membuka peluang bisnis baru. Selama ini, monetisasi yang dilakukan terbatas pada proses jual-beli produk fesyen bermerek di mana perusahaan menarik komisi antara 10-30 persen dari setiap transaksi.
 
Adapun Tinkerlust berdiri pada 2016, berawal dari upaya Shamira memberikan solusi kepada perempuan yang ingin menjual produk fesyen bekas favoritnya. Selain itu, juga memberikan opsi bagi konsumen yang ingin memiliki barang bermerek dengan harga yang lebih terjangkau.
 
Untuk menjamin keaslian produk, tim Tinkerlust yang berjumlah 70 orang akan mengurasi setiap produk yang akan dijual. Menurut Shamira, timnya telah menguasai cara untuk membedakan barang bermerek asli dan palsu.
 
Platform tersebut juga memfasilitas interaksi antara penjual dan pembeli untuk menekan kemungkinan adanya kecurangan. Penjual diwajibkan mendaftarkan produknya untuk dikurasi kemudian disimpan dalam gudang perusahaan. Selanjutnya, proses jual-beli dilakukan melalui platform Tinkerlust.com.

Rata-rata kunjungan ke Tinkerlust mencapai 2 juta kunjungan per bulan dan pengguna aktif bulanan mencapai 200.000 pengguna. Karakter penggunanya adalah perempuan berusia 29-35 tahun dengan ekonomi menengah ke atas.
 
Hingga saat ini, Tinkerlust menjual lebih dari 60.000 produk fesyen bermerek meliputi pakaian, tas, sepatu, aksesoris, dan make up dari sekitar 5.000 penjual yang terdaftar. Meski tak memerinci penjualannya, tapi Shamira mengklaim pertumbuhan transaksinya per bulan berkisar 10-15 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fesyen, e-commerce

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top