Melebarnya CAD Bikin Posisi Indonesia Makin Sulit

Indonesia dipandang berada dalam posisi sulit terkait dengan makin tingginya current account deficit (CAD) per kuartal II/2019 yang mencapai US$8,4 miliar atau 3% dari PDB.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  16:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dipandang berada dalam posisi sulit terkait dengan makin tingginya current account deficit (CAD) per kuartal II/2019 yang mencapai US$8,4 miliar atau 3% dari PDB.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto mengatakan, sangat susah bagi pemerintah untuk menggenjot ekspor di tengah perang dagang yang kembali memanas.

Meski impor juga ikut menurun, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh rendahnya permintaan dari sektor industri karena sektor tersebut juga mengalami perlambatan.

"Ekspor memang perlu, tapi situasinya perang dagang jadi mendorong CAD-nya jangan melalui eskpor," ujar Eko, Selasa (13/8/2019).

Menurut Eko, yang memungkinkan saat ini dilakukan oleh pemerintah adalah memberikan insentif fiskal pada sektor pariwisata.

Menurutnya, sektor tersebut masih memiliki potensi dan hingga saat ini masih belum maksimal dikembangkan.

Namun, hal tersebut diakuinya tidak akan bisa berdampak banyak dalam upaya pemerintah menekan CAD ke depan.

Oleh karena itu, Eko menerangkan bahwa Indonesia perlu lebih banyak mengikat perjanjian perdagangan bilateral agar ekspor bisa digenjot kembali dan menekan CAD.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Indonesia hanya memiliki empat perjanjian perdagangan bilateral yakni dengan Jepang, Pakistan, Palestina, dan yang terbaru Chile.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
defisit transaksi berjalan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top