Sejumlah Gedung Sekolah di DKI Gunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba

Pertimbangan Pemprov DKI Jakarta selaku pemilik pekerjaan saat merehabilitasi sekolah adalah jangan sampai mengganggu lingkungan sekitar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  22:02 WIB
Sejumlah Gedung Sekolah di DKI Gunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba
Konstruksi sarang laba-laba yang menjadi fondasi sebuah proyek gedung. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah gedung sekolah di DKI Jakarta diklaim mengadopsi fondasi konstruksi sarang laba-laba untuk memperkuat bangunan dan mempertimbangkan faktor ramah lingkungan.

"Konstruksi sarang laba-laba selain dikenal sebagai fondasi tahan gempa, juga sangat ramah lingkungan," kata Wakil Direktur Utama PT Katama Charmeida Tjokrosuwarno dikutip dari Antara, Jumat (9/8/2019).

Oleh karena itu, kata Charmeida, konstruksi ini banyak digunakan untuk merehabilitasi bangunan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah karena alat yang dipergunakan tidak mengganggu penghuni dan lingkungan sekitarnya.

Charmeida mengatakan bahwa pertimbangan Pemprov DKI Jakarta selaku pemilik pekerjaan saat merehabilitasi sekolah adalah jangan sampai mengganggu lingkungan sekitar apalagi banyak dari sekolah yang lokasinya masuk di permukiman yang jalannya tidak terlalu luas.

Charmeida mengatakan bahwa konstruksi sarang laba-laba yang merupakan karya anak bangsa ini juga banyak dipakai perguruan tinggi di daerah-daerah rawan gempa seperti di Aceh, Padang, dan pengembangan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Kabupaten Serang.

Keunggulan dari teknologi ini juga disampaikan dalam ajang temu ilmiah Best 2019 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Sanur, Bali belum lama ini.

"Kami memperlihatkan foto-foto dari bangunan yag menggunakan konstruksi sarang laba-laba saat terjadi gempa di Aceh, Padang, Lombok, dan Palu ternyata masih aman berdiri sampai sekarang."

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus menyadari kalau wilayah mereka sebagian besar berada di atas cincin api sehingga sewaktu-waktu rawan terhadap gempa.

"Hadirnya bangunan tahan gempa di samping memberikan perlindungan terhadap aset, juga bagi penghuni di dalamnya," ujar Charmeida.

Forum Best 2019 Untirta juga dihadiri Profesor Jean Louis Batoz dari Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Prancis yang tengah meneliti konstruksi sarang laba-laba.

"Beliau bersama-sama Sularso pengajar dari Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Untirta yang tengah mengambil program PhD di UTC mengambil disertasi soal konstruksi sarang laba-laba," ujar Charmeida.

Dia berharap kalau Sularso menimba ilmu di UTC, setidaknya sarang laba-laba sudah diakui di dunia internasional sebagai konstruksi tahan gempa.

Batoz, jelas Charmeida, merupakan ahli di bidang struktur mekanik sehingga tentunya sangat mengetahui betul dari konstruksi bangunan tahan gempa.

Konstruksi sarang laba-laba saat ini selain banyak dipergunakan untuk bangunan juga dipakai untuk pembangunan jalan dan lapangan udara.

"Biasanya diaplikasikan untuk tanah-tanah yang kondisinya jelek seperti berawa atau lumpur," ujar Manajer Teknik PT Katama Hamboro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konstruksi, dki, sekolah dasar

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top