Industri Alat Berat Tingkatkan Konten Lokal

Hal ini penting untuk mencegah dampak negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  18:04 WIB
Industri Alat Berat Tingkatkan Konten Lokal
ilustrasi. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) akan meningkatkan kandungan lokal produk industri. Hal ini penting untuk mencegah dampak negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Ketua Hinabi Jamaluddin mengatakan kandungan lokal produk alat bera lokal baru di level 40%, sedangkan selebihnya bergantung kepada bahan baku impor. Guna meningkatkan kandungan lokal, para anggota asosiasi sedang menguji baja lokal kepada prinsipal masing-masing anggota agar bisa digunakan di dalam negeri.

Jamaluddin mengatakan bahan baku lokal yang dapat digunakan adalah silinder baja diameter 60mm produksi PT Jatim Taman Stell Mfg di Sidoarjo. Adapun, baja yang sedang diuji adalah bahan baku berukuran besar dari baja hasil produksi PT Krakatau Posco.

Menurutnya, penyerapan bahan baku dari dalam negeri akan membantu pertumbuhan produksi industri alat berat.

“Kami itu inventory bahan baku bisa sampai 3 bulan karena pasar Indonesia sangat fluktuatif. Kalau permintaan tinggi dan material tidak ada, produksi industri mati. Kami senang kalau bahan baku bisa lokal, murah lah,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (7/8/2019).

Jamaluddin mengatakan penambahan konten lokal tersebut penting untuk mengungguli produk-produk China yang murah. Menurutnya, beberapa anggota belum dapat menyaingi harga ekspor alat berat China yang notabenenya sudah dikenakan tambahan bea masuk 25%.

Dia menuturkan PT Sakai Indonesia telah mengucurkan Rp500 miliar yang memuat konsolidasi kapasitas terpasang lokal menjadi 11.000 pada tahun ini dari kapasitas tahun lalu yakni 10.000. Selain itu, akan masuk investasi baru lagi senilai U$13 juta pada semester II/2019. Hingga akhir tahun ini, pihaknya memproyeksikan akan ada investasi baru di industri alat berat sekitar Rp1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alat berat, tkdn

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top