Pascagempa Banten, Pelabuhan di Bawah Kelolaan IPC Beroperasi Normal

- Seluruh pelabuhan di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) kembali beroperasi normal pasca diakhirinya status potensi tsunami akibat gempat bermagnitudo 6,9 skala richter yang mengguncang Banten pada pukul 19.03 WIB.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 03 Agustus 2019  |  12:15 WIB
Pascagempa Banten, Pelabuhan di Bawah Kelolaan IPC Beroperasi Normal
Pemudik menaiki kapal laut KM Dobonsolo yang akan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/5/2019). Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019 hingga 3 Juni mendatang. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Seluruh pelabuhan di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) kembali beroperasi normal pasca-diakhirinya status potensi tsunami akibat gempa bermagnitudo 6,9 skala richter yang mengguncang Banten pada pukul 19.03 WIB.

Sejumlah pelabuhan cabang IPC yang terdampak gempa antara lain Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Ciwandan (Banten), Pelabuhan Panjang (Bandar Lampung), dan Pelabuhan Bengkulu.

“Saat ini operasional pelabuhan telah kembali berjalan normal. Kami tetap memonitor kondisi terkini di lapangan dan memastikan seluruh tim di lapangan tetap memperhatikan prosedur keselamatan kerja,” ujar Sekretaris Perusahaan IPC Shanti Puruhita seperti dikutip dari keterangan pers, Sabtu (3/8/2019).

Dia menambahkan, beredarnya video dengan kabar air surut di sejumlah perairan dekat pelabuhan yang dikelola IPC tidak benar. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta tidak mudah terprovokasi dan untuk tidak menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya.

Seperti diketahui, gempa yang berpusat di wilayah Pandeglang, Banten terjadi pada Jumat sekitar pukul 19.03 WIB. Kekuatan gempa yang semula disebut menapai 7,3 skala richer kemudian dimutakhirkan menjadi 6,9 skala richter.

Adapun, peringatan dini tsunami dicabut sejak pukul 21.30 WIB di hari yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, gempa, pelabuhan tanjung priok

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top