Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Cerita Sri Mulyani Saat Ditunjuk Jadi Menkeu oleh Jokowi

Sebelum memutuskan kembali menjadi Menteri Keuangan pada 2016, Sri Mulyani mengaku sebenarnya sudah cukup nyaman berada di World Bank.
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) didampingi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamim Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan paparan saat konferensi pers, di Jakarta, Selasa (30/7/2019)./Bisnis-Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) didampingi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamim Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan paparan saat konferensi pers, di Jakarta, Selasa (30/7/2019)./Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan prosesnya kembali menjadi bendahara negara setelah sempat mengemban tanggung jawab tersebut pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal ini disampaikannya dalam "Kadin Talks" yang dipandu oleh Ketua Kadin Rosan Roeslani, di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Perlu diketahui, sebelum menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) pada periode pertama pemerintahan Joko Widodo, Sri Mulyani merupakan Managing Director World Bank.

"Dimensinya tidak cuma apa yang untung buat saya, prosesnya sangat kompleks karena Pak Jokowi. Kenapa saya ingin bergabung? Karena Pak Jokowi bilang ingin membangun Indonesia, karena saya rasa itu cita-cita mulia," ucapnya.

Posisi Menkeu pun kembali diembannya meski Sri Mulyani mengaku sebenarnya sudah cukup nyaman berada di World Bank. Selama 6 tahun bergabung di lembaga internasional itu, dia bisa berkeliling dunia dalam rangka menurunkan tingkat kemiskinan. Perjalanannya ke berbagai negara itu disebutnya memberikan banyak pengalaman.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu senang untuk kembali ke pekerjaan lama. Ketika Sri Mulyani kembali menjabat sebagai Menkeu menggantikan Bambang Brodjonegoro, kondisi APBN pada 2016 juga disebut sudah tergolong sulit.

"Pak Bambang [Brodjonegoro] juga meluncurkan UU Tax Amnesty di saat keuangan negara sangat demanding," lanjutnya.

Dengan keadaan yang mendesak tersebut, Sri Mulyani pun memutuskan untuk meninggalkan World Bank dan kembali menjadi Menkeu.

"I don't think anyone can say no to that situation [Saya rasa siapapun tidak bisa bilang tidak di situasi seperti itu]. Saat negara memanggil Anda harus datang. Itu yang namanya kecintaan dan nasionalisme kita," tukasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhamad Wildan
Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper