Pemerintah Akan Sederhanakan Titik Pencampuran Biodiesel

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pemerintah berencana menyederhanakan titik pencampuran atau blending fatty acid methyl ester (FAME) dengan solar untuk program mandatori biodiesel 30 persen dari 29 titik menjadi 10 titik pada 2020. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  12:14 WIB
Pemerintah Akan Sederhanakan Titik Pencampuran Biodiesel
Petugas memperlihatkan contoh bahan bakar biodiesel saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pemerintah berencana menyederhanakan titik pencampuran atau blending fatty acid methyl ester (FAME) dengan solar untuk program mandatori biodiesel 30 persen dari 29 titik menjadi 10 titik pada 2020. 

Asisten Deputi Produktivitas Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Andi Novianto merinci Pertamina memiliki 112 terminal bahan bakar minyak (TBBM) yang siap menyalurkan biodiesel 20 persen (B20). Titik pencampuran FAME untuk B20 dilaksanakan di 29 titik yaitu 26 TBBM dan 3 kilang.

Menurutnya, dengan rencana penerapan mandatori B30 pada 2020, serapan FAME akan mengalami peningkatan sebesar 3 juta ton menjadi sekitar 9 juta ton. Adapun hingga akhir 2019, alokasi serapan biodiesel ditarget sebesar 6,2 juta kiloliter (kl). 

Dengan peningkatan tersebut, pemerintah berencana untuk menyederhanakan titik pencampuran menjadi 10 lokasi sehingga lebih efisien. 

"Jadi, tidak banyak titik pencampuran," katanya, Rabu (31/7/2019). 

Menurutnya, untuk penerapan B30 pada 2020, pemerintah akan berfokus pada perbaikan fasilitas penyimpanan atau storage B30. Selanjutnya, akan membangun TBBM baru sebagai titik impor, yakni yang menerima pasokan B30. 

Namun, pemerintah juga  masih mengkaji kemungkinan adanya TBBM khusus yang memang bisa menjadi titik pencampur. Andi mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran B30 tidak menghadapi masalah. 

Saat ini, pemerintah terus melakukan efisiensi agar kendala logistik tidak menjadi masalah. Sebelumnya, masing-masing produsen harus mengirim biodiesel menggunakan kapal-kapal kecil yang dilakukan sendiri. Pengiriman seluruh produksi biodiesel tersebut saat ini telah mampu dilakukan dengan menggunakan satu kapal besar bersama. 

"Kita tidak terlalu banyak titik campur. Misal di Balikpapan, kita cukup bangun di sana," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan, Biodiesel

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top