Antisipasi Brexit, Inggris Incar Peluang Perdagangan dengan Asean

Pemerintah Inggris tengah menyasar negara-negara Asean, termasuk Indonesia, untuk dijadikan mitra dagang baru menjelang keluarnya negara tersebut dari Uni Eropa (British Exit/Brexit).
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  11:15 WIB
Antisipasi Brexit, Inggris Incar Peluang Perdagangan dengan Asean
Ilustrasi brexit - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Inggris tengah menyasar negara-negara Asean, termasuk Indonesia, untuk dijadikan mitra dagang baru menjelang keluarnya negara tersebut dari Uni Eropa (British Exit/Brexit).

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan, Inggris sedang mencari peluang perdagangan baru dan hubungan diplomatik yang lebih kuat dengan negara-negara Asean. Hal itu akan disampaikannya dalam pertemuan menteri luar negeri anggota Asean, di Bangkok pada 29 Juli--1 Agustus 2019.

“Sudah terlalu lama, fokus perdagangan kami berada di Eropa. Kami merasa perlu memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas perdagangan kita. Sebab langkah itu akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi Inggris di kancah global,” katanya seperti dikutip dari Reuters (31/7/2019).

Dia menambahkan, Asean merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi Inggris. Dia optimistis dengan peningkatan kerja sama dagang dengan negara Asean, maka nilai total perdagangan Inggris dengan Asean dapat meningkat dari tahun lalu yang mencapai US$43,80 miliar.

“Ada peluang bagi kita untuk meningkatkan perdagangan dengan Asean untuk memberi manfaat bagi bisnis dan konsumen Inggris," ujarnya. 

Adapun, di bawah pemerintahan Perdana Menteri Inggris yang baru, yakni Boris Johnson, negara tersebut dijadwalkan meninggalkan UE pada 31 Oktober.

Para pengamat menilai, proses tersebut akan menganggu perdagangan yang dilakukan Inggris dengan UE.

Para pendukung Brexit sejak lama berpendapat bahwa salah satu manfaat terbesar meninggalkan UE adalah kemampuan untuk mencapai kesepakatan perdagangan bilateral baru tanpa harus tunduk pada aturan dan kesepakatan di UE.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Brexit

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top