Hasil Survei : Masyarakat Pilih Ojol dan Taksol Ketimbang Transportasi Umum

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan transportasi online lebih menjadi pilihan daripada transportasi publik yang disediakan oleh pemerintah. Alasannya, transportasi online dinilai lebih praktis, aman dan nyaman.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  18:14 WIB
Hasil Survei : Masyarakat Pilih Ojol dan Taksol Ketimbang Transportasi Umum
Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David M.L Tobing - Bisnis/Rinaldi M Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan transportasi online lebih menjadi pilihan daripada transportasi publik yang disediakan oleh pemerintah. Alasannya, transportasi online dinilai lebih praktis, aman dan nyaman.

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David M.L Tobing mengungkapkan seiring dengan meningkatnya Iaju urbanisasi, kebutuhan akan transportasi darat urban yang Iayak dan aman semakin meningkat.

Hasil survei KKI yang bertajuk ”Preferensi Konsumen terhadap Layanan Moda Transportasi Darat Urban di Indonesia" mengungkapkan bahwa ada empat faktor penting yang menjadi alasan konsumen memilih moda transportasi. Empat faktor tersebut adalah keamanan, keselamatan, kenyamanan dan keterjangkauan.

Adapun dari 625 responden yang dipilih, mengaku 91,7 persen menggunakan ojek online (ojol), 40 persen menggunakan taksi online, 33.4 persen menggunakan KRL, dan 25,1 persen menggunakan bus rapid transit (BRT).

"Survey ini terlihat konsumen sudah cerdas, bisa melihat mana tarif yang lebih murah dan mana yang lebih aman akurat, konsumen Indonesia sudah cerdas," ujarnya, di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

David mengungkapkan, dari hasil survei yang kami Iakukan, 99,7 persen responden mengaku pernah atau bahkan sering menggunakan jasa transportasi online. Namun, isu keamanan dan keselamatan muncul sebagai faktor utama yang menentukan preferensi konsumen dalam memilih layanan aplikator mana yang akan digunakan.

Menurutnya, tanpa layanan transportasi yang layak, masyarakat akan tetap menggunakan kendaraan pribadi yang berkontribusi pada tingginya tingkat kemacetan di perkotaan.

"Moda transportasi perkotaan saat ini semakin baik dibandingkan beberapa tahun IaIu. Namun demikian, tidak hanya transportasi harus saling terintegrasi, tapi transportasi urban juga harus mengarusutamakan aspek keamanan dan kenyamanan bagi penumpang," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ojek Online

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top