KSOP Ambon Imbau Operator Kapal Perintis Lakukan Perawatan di Homebase

Kepala KSOP Ambon Jefri Medison mengatakan selama ini ada beberapa kapal perintis yang memiliki homebase di Ambon, tetapi melakukan perawatan kapal di wilayah lain. Hal tersebut justru menimbulkan ketidakefisienan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  13:54 WIB
KSOP Ambon Imbau Operator Kapal Perintis Lakukan Perawatan di Homebase
Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 46. - Indonesia Travel

Bisnis.com, AMBON – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon mengimbau agar operator kapal perintis dapat melakukan perawatan di lokasi yang sama dengan daerah operasinya.

Kepala KSOP Ambon Jefri Medison mengatakan selama ini ada beberapa kapal perintis yang memiliki homebase di Ambon, tetapi melakukan perawatan kapal di wilayah lain. Hal tersebut justru menimbulkan ketidakefisienan.

“Kami mengimbau agar operator kapal yang homebase di Ambon, perawatan juga dilakukan di sini. Ini bentuk usulan juga supaya lebih efisien dalam waktu dan biaya,” kata Jefri, Selasa (30/7/2019).

Dia menjelaskan beberapa keuntungan yang diperoleh adalah operator bisa memangkas waktu dan biaya. Apabila homebase di Ambon dan melakukan perawatan di Bitung, maka kapal harus menghabiskan waktu dan bahan bakar untuk melakukan perjalanan bolak balik.

Selain itu, lanjutnya, saat kapal tiba di fasilitas perawatan atau repair dock shipyard biasanya harus mengantre lagi. Penyebabnya, fasilitas tersebut sudah memiliki jadwal perawatan kapal lain.

Menurutnya, akan banyak waktu yang terbuang hanya untuk perawatan kapal, bisa sampai lebih dari dua bulan. Sementara, proses perawatan kapal di fasilitas sesuai homebase maksimal hanya butuh dua hingga tiga pekan.

Perawatan kapal, imbuhnya, dilakukan dalam tiga periode, yakni setiap tahun sekali (annual), setiap 2,5 tahun sekali (intermediate), dan lima tahun sekali (general overhaul). Pihaknya juga akan mengatur jadwal khusus bagi kapal perintis yang berniat memanfaatkan fasilitas perawatan kapal di homebase Ambon.

Apalagi, saat ini permintaan perawatan kapal di Ambon masih rendah dan banyak kapasitas yang tersisa. Satu fasilitas bisa mengerjakan perawatan untuk 4 kapal, yang berukuran 2.000 GT, secara sekaligus.

Jefri memastikan standar pelayanan dan kualitas semua fasilitas perawatan di Ambon sama seperti di tempat lain. Terlebih, semua fasilitas perawatan sudah disertifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Kapal perintis yang beroperasi di wilayah KSOP Ambon dilaporkan ada delapan unit, sebanyak lima unit merupakan penugasan PT Pelni (Persero) dan tiga sisanya dioperasikan oleh operator swasta. PT Citra Baru Adi Nusantara mengoperasikan satu unit dan PT Inti Samudera Timur dua unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top