Listrik Premium Dukung Pertumbuhan Ekspor

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada kuartal I 2019 sebesar 6,23%.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  07:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada kuartal I 2019 sebesar 6,23%.

Dalam tiga ­bulan pertama 2019, ekonomi DKI ­Jakarta tumbuh lebih tinggi ­dibandingkan periode yang sama ­tahun lalu sebesar 5,95% (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta didukung oleh sektor informasi, komunikasi, jasa perusahaan dan keuangan.

Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan ekspor. Ekspor menyumbang 43,09% (yoy) dalam pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.

Sebagai ibukota negara dan pusat bisnis, ekspor merupakan penyokong utama pertumbuhan ekonomi DKI ­Jakarta.

Bagi industri yang berorientasi ekspor, listrik menjadi salah satu hal vital dalam proses produksi. Pelaku industri tidak akan bisa ­berproduksi tanpa jaringan listrik yang aman dan andal.

Karenanya, World Bank memasukkan parameter kemudahan mendapatkan dan menikmati listrik dalam survei Ease of Doing Business (EoDB).

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta (UID) Jakarta Raya menegaskan komitmennya untuk memberikan listrik yang aman dan andal guna mendukung industri yang berorientasi ekspor. ­

Komitmen tersebut tercermin dalam pelayanan listrik kualitas premium dan premium ultra untuk kalangan bisnis dan industri.

Listrik yang andal dan tanpa kedip tidak hanya dibutuhkan oleh ­industri yang menghasilkan output berupa ­barang. Industri yang berorientasi jasa seperti keuangan, hotel dan restoran, serta tempat wisata juga membutuhkan jaringan listrik andal.

Tanpa jaring­an listrik yang andal, sektor jasa tidak akan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggannya.

Jaringan listrik premium dan ­ultra premium memberikan listrik yang andal dalam berproduksi.

Sistem kelistrikan pada pelanggan premium dan premium ultra berbeda dengan jaringan kelistrikan reguler. Pelanggan premium akan mendapatkan pasokan listrik yang tidak hanya berasal dari satu sumber listrik.

“Terdapat beberapa kategori listrik premium, yang membedakan adalah sumber cadangan listriknya. Untuk Premium Ultra ada tambahan back up lagi dari Uninterruptible Power Supply (UPS),” kata Ikhsan Asaad, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

Ikhsan menambahkan ­bahwa ­dengan jaringan keamanan dan ­keandalan kelistrikan berlapis, ­pe­­langgan industri dan bisnis dapat menjalankan usahanya dengan ­tenang. Listrik yang aman dan andal adalah tanggung jawab PLN.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top