Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Divestasi Saham : Kelayakan Bisnis Vale Indonesia (INCO) Jadi Pertimbangan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih mengkaji kelayakan bisnis PT Vale Indonesia Tbk. sebagai bagian dari valuasi 20 persen saham divetsasi yang ditargetkan rampung pada Agustus 2019. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  12:56 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih mengkaji kelayakan bisnis PT Vale Indonesia Tbk. sebagai bagian dari valuasi 20 persen saham divetsasi yang ditargetkan rampung pada Agustus 2019. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, metode yang digunakan untuk mengkaji kelayakan bisnis perusahaan tersebut yakni biaya modal tertimbang rata-rata atau weight average cost of capital (WACC). Adapun WACC memperhitungkan biaya modal suatu perusahaan yang terdiri dari saham, penggunaan utang, dan laba ditahan. 

Menurutnya, pemerintah masih melakukan persamaan persepsi mengenai kondisi WACC perusahaan tersebut. WACC akan melihat risiko-risiko yang dapat terjadi dalam perusahaan sehingga menjadi acuan dalam faktor pengurang valuasi saham. 

“Jadi, kalau WACC semakin tinggi semakin kurang baik. Nanti semakin menjadi pengurang nilai dari divestasi saham itu,” katanya, Senin (29/7/2019). 

Menurutnya, divestasi saham Vale harus menguntungkan negara. Begitupun juga dengan valuasi saham harus sesuai dengan harga yang wajar. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pihaknya siap untuk membeli saham divestasi Vale apabila ditugaskan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM. Menurutnya, Vale memiliki cadangan nikel yang paling besar dan bagus di Indonesia. 

“Kalau kami nanti disuruh sudah sangat siap. Pimpinannya kan Pak Jonan,” katanya. 

Budi mengatakan meski memiliki pendanaan yang cukup untuk membeli saham Vale, perseroan bisa saja mencari pinjaman. Namun, keputusan tersebut belum bisa ditentukan karena belum ada penugasan dari Kementerian ESDM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

divestasi inco
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top