Bisnis Pengiriman Barang : Logan, Start Up Baru yang Hadirkan Solusi Logistik

LoGan merupakan karya anak bangsa untuk mendorong peningkatan efisiensi di industri logistic nasional dan menghadirkan solusi yang tepat atas masalah peredaran logistik dan pergudangan di Tanah Air.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  21:28 WIB
Bisnis Pengiriman Barang : Logan, Start Up Baru yang Hadirkan Solusi Logistik
Truk melintasi Jalan Diponegoro di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/6). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — PT Logan Ahwaya Nusantara, penyedia aplikasi digital untuk kegiatan logistik, meluncurkan LoGan sebuah aplikasi berbasis Android dan iOS.

LoGan merupakan karya anak bangsa untuk mendorong peningkatan efisiensi di industri logistik nasional dan menghadirkan solusi yang tepat atas masalah peredaran logistik dan pergudangan di Tanah Air.

“Nama LoGan sendiri berasal dari kata ‘logistik dan pergudangan’. Sedangkan ‘Ahwaya’ bermakna hubungan. Jadi, perusahaan kami sebagai perusahaan logistik dan pergudangan yang menghubungkan Nusantara,” kata Boedi Utomo, CEO dan Co-founder PT Logan Ahwaya Nusantara dalam keterangan resminya, Senin (29/7/2019).

Sebagai aplikasi digital logistik, LoGan membidik pasar B2B (Business-to-Business). Aplikasi ini menjadi platform yang menghubungkan cargo owner (pengirim barang) dengan transportir (pemilik armada pengangkutan barang) secara online dan real time.

LoGan menghadirkan teknologi otomatisasi mulai dari order planning hingga pengelolaan transportir secara efisien.

“LoGan menjadi meet-up point antara pemilik kargo dan transportir, khususnya untuk fluktuasi kebutuhan pengiriman barang dan ketersediaan transportir,” jelas Boedi.

Dia menjelaskan, proses pengiriman barang menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien dengan aplikasi yang dikembangkan.

Layanan LoGan memiliki GPS tracking system yang terhubung dengan GPS equipment di setiap truk dan ponsel pengemudi sehingga mempermudah pengirim barang dan untuk melacak proses pengiriman.

Dengan demikian, pengirim barang bisa tahu kapan proses loading, kapan proses delivery, dan kapan proses unloading.

Selain GPS tracking system, LoGan masih punya banyak keunggulan. Salah satunya adalah Emergency Button. Itu adalah fitur keamanan. Fitur ini bisa digunakan pengemudi jika terjadi kecelakaan atau masalah dalam proses pengiriman barang. Dengan fitur itu, para pengemudi bisa terkoneksi dengan instansi terkait.

“Selain itu, kami juga sudah dalam tahap finalisasi dengan pihak institusi keuangan dalam memberikan dukungan pembiayaan untuk pemilik kargo dan transportir. Sesuai observasi internal kami, fitur ini memiliki respons yang positif,” ungkap Boedi.

Dengan fokus pada pasar B2B, LoGan menghadirkan sebuah ekosistem otomotif untuk mendukung kebutuhan operasional, pengelolaan, dan pemeliharaan armada tranportir. Ekosistem itu meliputi bengkel, SPBU, penyedia spare part, dan lain-lain. Semua perusahaan yang terdaftar dalam ekosistem ini telah melewati proses verifikasi.

Saat ini, LoGan sedang menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perusahaan-perusahaan itu, pada akhir tahun nanti, diharapkan dapat menjangkau seluruh area Jawa.

“Perkiraan armada truk yang bergabung dengan aplikasi kami sekitar 5.000 unit,” kata Boedi.

Dalam acara peluncuran aplikasi LoGan, dilakukan juga penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara PT Logan Ahwaya Nusantara dengan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Boedi Utomo, CEO dan Co-founder PT Logan Ahwaya Nusantara, dan Johannes Setiadharma, Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, jasa pengiriman

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top